Disdik Sumsel Butuh Rp3,6 M Untuk UN
Palembang, BP
Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA sederajat akan dilakukan pada 4-6 April 2016. Disdik Sumsel membutuhkan dana cukup besar Rp3,6 untuk menggelar UN SMA.
Dinas Pendidikan (Disdik) Sumsel mulai melakukan berbagai persiapan dimulai dari sarana prasarana dan kebutuhan lainnya. Termasuk mengenai anggaran, di mana Disdik mulai menyiapkan skema anggaran untuk kebutuhan operasional UN.
“Ya, untuk satu siswa dialokasikan sebesar Rp30.000, diperkirakan total anggaran UN nanti akan digelontorkan sebanyak Rp3,6 miliar,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Sumsel Widodo, Selasa (1/3).
Diketahui, di Sumsel total peserta UN Paper Bassed Test (PBT) SMA 67.704, SMK 16.853, UN Berbasis Komputer (BK) SMA 8.761, SMK 8.705. Setiap siswa yang terdaftar menjadi peserta UN mendapatkan alokasi dana UN.
Dijelaskan Widodo, penggunaan dana Rp3,6 miliar tersebut diperuntukkan untuk enam item, di antaranya untuk pengisian data calon peserta UN, pengambilan bahan UN, pengiriman LJUN ke kabupaten/kota, biaya pengawas dan proktor, penulisan ijazah dan penyusunan laporan keuangan. Semuanya sudah ter-cover anggaran UN.
Dia melanjutkan, oleh sebab itu sekolah dilarang memungut biaya apapun terkait kebutuhan pelaksanaan UN.
“Kalau ada sekolah yang meminta sumbangan UN segera laporkan ke Dinas Pendidikan,” tandas dia.
Widodo menambahkan, pengelola sekolah penyelenggara UNBK pun diimbau mengecek ulang kesiapan fasilitas ujian di instansi mereka.
Menurutnya, pengecekan ulang ini penting agar tidak ada kendala saat pelaksanaan ujian. Begitu juga perangkat lainnya yang akan digunakan dalam komputer tersebut perlu dicek ulang sehingga siswa tidak mengalami kendala saat mengikuti ujian akhir nanti.
“Pengecekan ulang itu penting karena dikhawatirkan perangkat yang digunakan terkena virus,” kata Widodo.
Bila perlu, kata Widodo, sekolah menyelenggarakan uji coba terlebih sebelum pelaksanaan UN. Terlebih lagi, ini merupakan kali pertama siswa mengikuti ujian berbasis komputer sehingga mental mereka harus disiapkan.
“Ujian nasional berbasis komputer tersebut memang belum seluruh sekolah yang menerapkan. Hanya beberapa sekolah saja yang sudah menerapkan ujian berbasis komputer tersebut,” ucapnya.
Ketika ditanya persiapan ujian nasional sendiri, dia mengatakan, saat ini soal sedang dicetak di Surabaya, Jawa Timur. Tujuh hari sebelum pelaksanaan ujian soal sudah sampai di Sumsel, katanya. UN utama akan dihelat pada 4 April. Tahun ini, ada 4.451 sekolah menggelar UN berbasis komputer.
#adk/fer