Disbudpar Tidak Ingin Asap Pabrik Ganggu GMT
Palembang, BPFenomena Alam Gerhana Matahari Total (GMT) yang akan berlangsung pada 9 Maret mendatang akan dimaksimalkan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel untuk menarik wisatawan. Oleh karena itu, Disbudpar menginginkan selama pelaksanaan acara, tidak ada gangguan dari asap yang dikeluarkan oleh pabrik-pabrik di sepanjang Sungai Musi yang bisa merusak pemandangan dari GMT. Saat ini, Disbudpar sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota (Pemko) Palembang terhadap rencana tersebut.
“Kami mengimbau kepada seluruh perusahaan yang ada di sepanjang Sungai Musi agar jangan sampai asap hasil produksi mencemari udara sebelum dan sesudah GMT,” ungkap Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Irena Chamelyn Sinaga, saat rapat persiapan menyambut GMT di rumah Dinas Walikota Palembang, Selasa (1/3).
Menurutnya, momen GMT sangat jarang terjadi bahkan dalam jarak waktu ratusan tahun sekali. Oleh karena itu, Palembang yang menjadi salah satu kota perlintasan GMT ini harus dapat memanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.
“ini juga masukan dari fotografer, yang menyarankan jika langit yang cerah akan lebih menghasilkan pemandangan yang indah untuk menikmati GMT,” tuturnya.
Irene mengatakan, kota Palembang merupakan salah satu dari dua kota di Indonesia setelah Palu dan Belitung yang menjadi kunjungan 12 negara besar.
“Sebanyak 12 negara besar sudah dipastikan akan berkunjung ke Kota Palembang untuk menyaksikan fenomena alam tersebut diantaranya, Inggris, Amerika, Jerman, Prancis, Belgia, Hongkong Cina, Singapura, Jepang, Belanda, Korea, dan Malaysia. Nanti juga akan ada tiga media internasional dan 10 media nasional yang akan siaran langsung di kota ini, kita harapkan jangan asap itu nantinya membuat citra Kota Palembang menjadi buruk,” katanya. #dil