Penjaga Masjid Jamik Kayuagung Tewas Ditikam Maling
Kayuagung, BP
Aksi kejahatan di wilayah hukum Polres Ogan Komering Ilir (OKI) kian hari semakin tidak bisa diprediksi. Tak hanya perampok dan begal yang menghadang orang di jalan, bahkan penjaga masjid yang sedang membersihkan mesjid pun bisa menjadi korban.
Aksi pembunuhan marbot mesjid Jamik Kayuagung yang terletak tak jauh dari rumah dinas Bupati OKI ini sempat menggegerkan warga Kayuagung. Apalagi kejadiannya belum tengah malam.
Sejauh informasi yang berhasil dihimpun, Kamis (25/2) sekitar pukul 23.00, korban ditemukan bersimbah darah tak jauh dari saklar lampu mesjid. Korban yang belakangan diketahui bernama Abdul Majid atau yang akrab disapa Pak Bajiq (73), warga Kelurahan Sidakersa Kecamatan Kayuagung ini, akhirnya menghembuskan napas terakhir di RSUD Kayuagung saat diberikan pertolongan medis akibat luka tikam senjata tajam di bagian dada sebelah kiri, yang tembus hingga jantung.
Belum diketahui siapa dan berapa orang pelaku, serta apa modus di balik pembunuhan sadis tersebut. Namun yang jelas, Kapolres OKI AKBP M Zulkarnain, SIk yang turun langsung ke tempat kejadian perkara (TKP) usai Shalat Jumat memberikan instruksi kepada jajaran Satreskrim Polres OKI dan Polsek Kota Kayuagung, untuk segera mengungkap kasus pembunuhan sadis tersebut.
Dari pihak kepolisian, korban pertama kali ditemukan anak perempuan korban bernama Mala, dalam keadaan masih hidup dengan napas yang tidak teratur dan tidak bisa komunikasi lagi, di samping masjid sebelah kiri, atau tepatnya di bawah lokasi sekering listrik masjid. Kemudian dengan bantuan dua orang remaja yang lewat dan warga, korban akhirnya dilarikan ke RSUD Kayuagung dan menghembuskan napas terakhirnya.
“Dari olah tempat kejadian perkara, sementara kami menduga pelaku hendak mencuri uang dalam kotak amal masjid, namun saat itu ada korban yang sedang membersihkan masjid. Jadi pelaku menggunakan modus menurunkan sekering listrik, ketika korban hendak menghidupkannya kembali, pelaku langsung menikamkan sajam dari arah belakang yang mengenai punggung kiri tembus ke jantung,” ujar Kapolsek Kayuagung AKP Hendra Gunawan didampingi Kanit Reskrim Ipda Sulardi dan Kanit Intelkam Brigpol Indra Gunawan, Jumat (26/2).
Namun ketika ditanya berapa uang dari kotak amal yang dibawa kabur pelaku, pihaknya mengaku pelaku kabur sebelum sempat membongkar kotak amal masjid.
“Kotak amal belum sempat dibongkar atau tidak ada kotak amal yang digondol pelaku. Mungkin pelaku kabur karena terlihat atau ada orang yang lewat. Yang jelas, kami masih mendalami apa motif dan siapa pelaku. Mudah-mudahan kasus ini bisa segera terungkap,” tegas Kapolsek.#ros