Alex Noerdin Pimpin KONI Sampai AG Selesai
# Kantungi Izin Mendagri
Palembang, BP
KONI Sumsel menggelar Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) 2016. Nantinya, dalam Musorprov ini akan ditentukan siapa pemimpin KONI lima tahun ke depan. Ketua KONI nanti diharapkan bisa sejalan dengan akselerasi Sumsel dalam menyukseskan agenda besar seperti Asian Games dan Kejuaraan Dunia MotoGP.
“Boleh berdebat dan carilah ketua yang bisa menghimpun kepengurusan dan sejalan dengan program pemerintah dalam menyukseskan Asian Games 2018 dan Kejuaraan dunia MotoGP,” ujar Gubernur Sumsel Alex Noerdin saat membuka Musorprov VIII KONI Sumsel di Ballroom Hotel Jaya Karta Daira, Jumat (26/2) malam.
Alex menjelaskan, berkah Asian Games tak hanya sekadar euforia, tapi berdampak pada sektor infrastruktur. Dengan digelarnya pesta olahraga tertinggi tingkat Asia itu, akselerasi pembangunan di Palembang akan berjalan lebih pesat.
“Kalau tak ada Asian Games, belum tentu ada Rusunawa, Rusunami, LRT, Musi III, Musi IV dan lain sebagainya,” terang Alex.
Alex mengaku telah meminta restu dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo terkait pencalonannya sebagai Ketua KONI Sumsel dalam Musorprov, 26-27 Februari.
“Saya sudah minta izin Mendagri, kalau demi Asian Games, silakan katanya. Kalau terpilih, alhamdulillah,” jelas Alex.
Meski normalnya Ketua KONI menjabat dalam satu periode selama lima tahun, Alex hanya ingin menjadi Ketua KONI hingga Asian Games 2018 selesai.
“Sampai Asian Games selesai, itu pun kalau tidak lupa,” selorohnya.
Sementara itu Mendagri Tjahjo Kumolo mengutarakan dukungannya kepada Alex Noerdin dalam pencalonannya sebagai Ketua KONI Sumsel.
“Saya akan mempertanggungjawabkan dan mempertimbangkan. Ini mau ada Asian Games. Seandainya musyarawah KONI Sumsel memilih Gubernur Pak Alex, saya sebagai Mendagri akan mendukung, dengan catatan sementara,” tuturnya ditemui usai Pembukaan Rakernas Ika Undip di Aryaduta Hotel Palembang.
Ia mengaku akan mempelajarinya terlebih dahulu. Dirinya pun akan menelusuri kebijakan dan pengecualian dikarenakan adanya event internasional yang membawa nama baik Indonesia.
“Walaupun ada UU yang menghambat, nanti akan saya lihat dulu. Saya belum detil, ada gak kebijakan sementara. Namun apapun, ini kan menjelang event internasional, harus satu komando. Kalau (Ketua KONI-red) gak pas orangnya atau ‘tidak dikenal’ oleh gubernur, juga susah, saya kira itu. Pokoknya akan saya lihat dulu UU-nya, tapi ada juga diktum keputusan seandainya musyawarah KONI memilih Pak Alex,” tandasnya.
Musorprov dengan tema ‘Satu Tekad Menyukseskan Asian Games 2018’ dan sub tema Raih Prestasi Atlet di PON 2016 Jawa Barat’, dihadiri oleh Ketua Umum KONI Pusat May Jend Tono Suratman, pengprov cabor dan juga Pengcab KONI kabupaten/kota di Sumsel.
Ketua Umum KONI Sumsel Muddai Madang mengatakan, orientasi KONI adalah pembinaan. Bagaimana kemudian menciptakan dan membina atlet sehingga mampu berprestasi. Namun diakui, sepanjang 2011 hingga saat ini Palembang terus dipercaya untuk menjadi tuan rumah multievent internasional. Mulai dari SEA Games 2011, Islamic Solidarity Games (ISG) 2013, dan ASEAN University Games (AUG) 2015. Hebatnya, semua event itu berjalan sukses, baik prestasi dan penyelenggaraan.
“Memang orientasi KONI adalah pembinaan, tapi kita juga harus tahu beberapa multievent internasional digelar di Palembang bisa juara umum,” terang Muddai Madang.
Meski begitu, pria yang juga wakil Ketua Komite Olahraga Indonesia (KOI) ini, tidak lantas mengenyampingkan pembinaan atlet. Akan tetapi menurutnya, multievent internasional yang digelar di Palembang menyangkut harkat, martabat dan nama bangsa.
Disinggung mengenai hanya satu nama yang secara resmi mendaftarkan sebagai bakal calon Ketua KONI Sumsel dan tentang Undang Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) yang menjadi perdebatan, menurut Muddai, hal tersebut tak perlu dipermasalahkan karena pada ujungnya adalah untuk keperluan suksesnya prestasi olahraga di Sumsel.
“Kita tidak perlu permasalahkan itu (UU SKN-red), yang terpenting adalah sekarang bagaimana KONI ini tetap sejalan dengan program pemerintah. Tentu sosok ketua KONI yang kita harapkan mumpuni, pengayom dan tetap memberikan terobosan yang signifikan untuk olahraga Sumsel,” terangnya.
Sementara itu, Nabila, salah satu atlet Sumsel dari cabang olahraga wushu, berharap Alex Noerdin apabila terpilih nanti sebagai ketua umum KONI dapat lebih memahami kondisi atlet.
“Semoga dengan Pak Alex nanti jadi pemimpin KONI Sumsel, beliau bisa memahami atau mengerti keadaan atlet dan lebih dekat lagi dengan atlet,” terang atlet wushu putri yang akan turun di PON Jawa Barat 2016.
Untuk diketahui, dalam pemilihan Ketua Umum KONI Sumsel ini ada 68 hak suara. Sebanyak 49 di antaranya dari pengprov cabor, 17 dari Pengcab KONI kabupaten/kota, satu suara dari Ketua Umum KONI Sumsel sebelumnya, dan satu suara dari Ketua Umum KONI pusat. # sug/idz