‘Double Track’ Segera Digunakan

16

IMG-20151222-WA003-795448Palembang, BP

Proyek pembangunan double track atau rel ganda Prabumulih – Kertapati sepanjang 80 kilometer (Km) telah rampung sebagian dan semester dua nanti sudah dapat dipergunakan.

Kasi Prasarana Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbagsel Herstansing didampingi Staf Teknis Doni mengatakan, double track dikerjakan terdiri dari dua program besar yakni Prabumulih – Kertapati 80 Km tahun 2015-2016 dan Martapura – Baturaja 35 Km tahun 2016-2017.

Dikatakannya, pengerjaan double track Prabumulih – Kertapati telah diselesaikan sepanjang 50 Km pada 2015 lalu dalam jangka waktu tiga bulan. Hal ini dianggap cepat di atas pengerjaan normal biasanya delapan bulan.

“Yang selesai 2015 sepanjang 50 Km itu dari Stasiun Lembak – Stasiun Simpang. Ini akan direncanakan sudah bisa digunakan pada semester dua tahun ini,” katanya, Selasa (23/2).

Baca Juga:  Ikon Kuliner Palembang Akan Disertifikasi Halal

Selebihnya 30 Km lagi dengan rincian Prabumulih – Lembak 15 Km dan Simpang – Kertapati 15 Km, pihaknya akan selesaikan di 2016 ini. Double track ini melewati beberapa stasiun kecil di antaranya Karang Endah, Gelumbang, Serdang, Payakabung, Simpang Inderalaya, dan Simpang Kertapati.

“Pembangunan double track bertujuan menjadi rel tambahan agar menghindari persilangan kereta yang cenderung memperlambat lajur kereta api, baik barang maupun penumpang,” ujarnya.

Pada tahun 2016 ini juga, pihaknya akan mulai pengerjaan double track Martapura – Baturaja 35 Km. Pembangunan diarahkan ke lokasi Baturaja melalui Stasiun Spancar Baru, Spancar, Gilas Baru, Gilas, dan Martapura.

Baca Juga:  Palembang Tenggelam Akibat Banjir

Keberadaan kereta dengan rel yang sama pada jalur yang sama dengan angkutan penumpang dan barang juga menjadi faktor pembatas tingkat keefektifan kereta. Sehingga saat terjadi masalah di salah satu bagian rel akan berpengaruh pada mobilitas angkutan baik penumpang dan barang.

Sehingga solusi pembangunan double track menyediakan sarana rel tambahan. Mengingat mobilitas angkutan barang terutama batubara sangat tinggi di Sumsel. Angkutan batubara memberikan pendapatan sektor angkutan yang cukup signifikan bagi PT KAI Drive III, namun juga terdapat kebutuhan kereta penumpang.

Pembangunan double track juga mendukung pembangunan Trans Sumatera yang nantinya menghubungkan Provinsi Sumatera. Pihaknya mendapatkan proyek untuk pembangunan jalur Palembang – Jambi sepanjang 200 Km, yang mulai dikerjakan tahun 2017.

Baca Juga:  Kisah Anna Kumari , Salah Satu Penggagas Lahirnya Lomba BGP Tahun 1987

Meski demikian, pihaknya dan pusat telah melakukan kajian terlebih dahulu di 2015 seperti study kelayakan. Baru masuk ke trase lintas, nantinya direncanakan Palembang – Betung, Betung – Jambi. “Setelah study trase tahun ini masuk ke Detail Engineering Design (DED) dan amdal, setelah itu baru pembebasan lahan dan pembangunan,” terangnya.

Sehingga program pembangunan ini akan menjadikan kereta api sebagai salah satu sarana utama di Pulau Sumatera. “Kereta penumpangnya nanti terhubung. Di Sumsel juga menjadi armada angkutan batubara, sebagai penyumbang pendapatan daerah,” pungkasnya. #pit

 

Komentar Anda
Loading...