Pusling Perlu Penambahan Armada
Pagaralam, BP
Salah satu cara Badan Perpustakaan Umum Daerah, Arsip, dan Dokumentasi Kota Pagaralam untuk meningkatkan minat baca masyarakat Kota Pagaralam yang bermukim di lima kecamatan se Kota Pagaralam dengan menggalakkan program Perpustakaan Keliling (Pusling). Namun sayangnya armada atau mobil perpustakaan yang minim menjadikan pelayananan terkendala, terutama dalam hal daya baca masyarakat.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Perpustakaan Umum Daerah, Arsip, dan Domentasi Kota Pagaralam Supratman Sulaiman, belum lama ini.
“Salah satu cara yang dinilai cukup efektif ‘menjemput bola’ dengan mengaktifkan Perpustakaan Keliling ke 35 kelurahan di seantero Kota Pagaralam. Namun hingga kini, baru 75 % saja kelurahan yang telah dikunjungi dan dibina,” ungkapnya.
Menurutnya, baru 26 dari 35 kelurahan yang ada di Kota Pagaralam telah dikunjungi dan kita bina namun sayangnya memang belum seluruh kelurahan di Pagaralam memiliki perpustakaan. Meski tanggapan dan animo masyarakat di kelurahan dan pelosok-pelosok cukup tinggi pada perpustakaan keliling tersebut, ternyata Badan Perpustakaan Umum Daerah, Arsip, dan Dokumentasi Kota Pagaralam hanya memiliki 1 unit Mobil Perpustakaan Keliling. “Jelas, hanya dengan satu unit tersebut tidak akan mampu meng-cover 35 kelurahan di 5 kecamatan se Kota Pagaralam, alias keteteran,”kata Supratman.
Ditambahnya lagi, dengan luas dan jauhnya jarak antara satu kelurahan dengan kelurahan lainnya, maka 1 unit Perpustakaan Keliling yang dimiliki sekarang, hanya mampu beroperasi melayani masyarakat 1 hari satu SD saja di satu kelurahan.
“Memang masih sangat kurang. Sedikitnya kita harus memiliki lima unit mobil Perpustakaan Keliling, untuk mampu masing-masing meng-cover satu kecamatan. Sebenarnya permohonan penambahan armada Perpustakaan Keliling telah lama kita usulkan, sejak 2014 lalu ke pemerintah pusat dalam hal ini perpustakaan nasional,” katanya.
Lebih jauh dikatakannya, sejauh ini pengadaan dan penambahan armada tersebut masih belum terealisasi hingga sekarang. Terkendala dengan masih berjalannya pembangunan Gedung Perpustakaan Nasional di Salemba, Jakarta, hingga harus menunggu beberapa waktu lagi.
“Sesuai dengan PP 28 tahun 2014 tentang kewenangan pemerintah daerah sebagai penyelenggara Perpus dan merupakan Kewajiban Pemerintah untuk mencerdaskan kehidupan bangsa,” katanya.
Sementara itu Walikota Pagarala Hj Ida Fitriati menambahkan, perpustakaan, tidak lain kaitannya dengan sinergisitas menyamakan persepsi dengan visi Pagaralam cerdas, untuk meningkatkan minat baca masyarakat, meluaskan cakrawala pemikiran dan pengetahuan, terutama di kalangan generasi muda. #dar