Pengunjung dan Warga Tridharma Padati Puncak Cap Go Meh di Pulau Kemaro

20

 perayaan-cap-go-mehPalembang, BP
Puncak perayaan Tahun Baru Imlek 2567 atau Cap Go Meh akan dilaksanakan umat Tionghoa di Pulau Kemaro pada Sabtu dan Minggu (20-21/2). Berbagai persiapan dilakukan panitia di pulau yang berada di tengah Sungai Musi itu, mulai dari pemasangan tenda hingga lampion yang sudah hampir rampung. Dipastikan Gubernur Sumsel H Alex Noerdin  dan Walikota Palembang H Harnojoyo akan menghadiri acara malam ini.

Selain itu ribuan orang baik pengunjung dan umat Tridharma  akan datang ke Pulau Kemaro Palembang selama dua hari satu malam  perayaan cap gomeh yang  dipusatkan di pulau di tengah kota Palembang atau tepatnya di  Klenteng Hok Ceng Bio tersebut.
Berdasarkan pantauan, tak hanya masyarakat Tionghoa yang ada, warga non Tionghoa pun antusias menghadiri perayaan cap gomeh sekedar untuk  melihat keindahan serta pesona budaya Pulau Kemaro terlebih muda mudi  datang hanya untuk berfoto dan mendatangi pohon cinta menjadi legenda  pulau yang dapat ditempuh dengan kapal dari pusat kota sekitar setengah jam itu.
Atau dengan menyeberangi dengan menggunakan ponton atau jembatan darurat dari kapal tongkang sengaja dipasang pihak panitia agar pengunjung bisa datang menuju ke Pulau Kemaro.
Selain itu, banyak juga pedagang yang telah sibuk menyiapkan barang dagangannya di pulau Kemaro untuk berjualan yang jumlahnya hampir 200 pedagang.

Baca Juga:  Ini Bukti Dukungan Wahyu Sanjaya, Dampingi Dewa Saat Ambil Formulir di Demkorat

Tak hanya ada menjual pernak pernik imlek dan Cap Go Meh dan pedagang lainnya, tetapi bagi umat atau pengunjung yang datang juga dapat menikmati wahana permainan serta berbagai makanan  yang tersedia di sekitar pulau kemaro.

Berbagai wanaha yang dapat dinikmati antara lain roda lambung, komedi putar dan wahana lainnya. Selain wahana itu, ada pula permainan lain yang pedagang tawarkan terutama untuk anak-anak serta keluarga,

Pengunjung yang datang tinggal memilih, wahana mana yang akan dinaiki.
Ketua panitia penyelenggara, Husni Candra, mengatakan, malam puncak cap gomeh, Sabtu (20/2) pukul 00.00  sebenarnya adalah malam mencari jodoh berdasarkan legenda yang ada di tanah Tiongkok di samping sembahyang.

“Yang paling nyata itu besok malam minggu, hari biasa terakhir tahun 2015 ada dua malam itu ada 80 ribu orang yang datang , nah ini malam minggu lebih banyak lagi yang datang,” katanya sembari mengatakan kalau akan ditampilkan angpao raksasa dari salah satu produk minuman energi, Jumat (19/2) saat di temui di Pulau Kemaro.

Malam besok, Sabtu (20/2) menurutnya pihaknya akan menjemput tamu dan undangan termasuk Gubernur Sumsel H Alex Noerdin dan Walikota Palembang H Harnojoyo dan akan duduk bersama di bawah pagoda ditengah Pulau Kemaro.

Baca Juga:  Sultan Palembang Kukuhkan Pengurus Goegoek Kesultanan Palembang Darussalam Jabodetabek

“Mereka di prediksi sampai di sini pukul 23.00 lalu pukul 00.00 pak Gubernur dan rombongan akan pukul tabuh bersama-sama , itulah kita nyatakan mulai sembahyang kepada tuhan yang maha kuasa (thien)  lalu kita topekong dan kita menyumbangkan satu ekor kambing hitam depan altar , itulah ritual, itu tradisi dari dahulu hingga sekarang , kepada depan makam buyut Siti Fatimah itu sudah dari sana dan itu sebagai pertanda selama satu tahun ini kita mendapatkan kesejahteraan, rezeki banyak karena itu kita korbankan kambing hitam  ,” katanya.

Selain itu juga ada penampilan wayang orang mulai besok di Pulau Kemaro.

Ditambahkannya kalau yang akan mengunjungi Pulau Kemaron bukan hanya dari Sumsel juga dari Jambi, Bengkulu, Padang, Babel, Jakarta, Bandung.

“Singapura, Malaysia juga datang, dari Hongkong , kita tahu itu waktu kita hitung angpao itu ada duit Hongkong, duit Singapur, duit Malaysia artinya mereka datang termasuk Dollar Amerika juga ada, mungkin orang Palembang ke Amerika ajak kawannya ke sini,” katanya.

Humas Pulau Kemaro Tjik Harun mengatakan, Cap Go Meh merupakan puncak perayaan tahun baru Imlek di hari ke-15. Pada momen tersebut, umat Tionghoa wajib melakukan sembahyang di kelenteng yang diyakini di seluruh dunia.

Baca Juga:  PHE Jambi Merang Tutup 2025 dengan Capaian On Stream PPC-01 Lampaui Target, Wamen ESDM Beri Apresiasi

”Kami sudah menyiapkan dua jalur menuju Pulau Kemaro yaitu jalur sungai menggunakan kapal dan jalur darat di Jalan Ir Sutami atau Intirub (gudang Bogasari) Kecamatan Ilir Timur II,” katanya.

Dikatakan Tjik Harun, pihaknya setiap tahun menyediakan transportasi sungai seperti tongkang bagi seluruh warga. Tidak terkecuali umat yang beragama lain untuk berkunjung ke Pulau Kemaro secara gratis.

Masih dikatakan Tjik Harun, pengunjung yang datang ke Pulau Kemaro tidak hanya asal Kota Palembang, tapi juga turis mancanegara. ”Bagi umat yang ingin ke Pulau Kemaro melalui jalur sungai bisa datang langsung ke dermaga di Kelenteng Serikat Pasar 16 Ilir,” katanya.

Pada saat Cap Go Meh, umat Tionghoa dari luar Palembang bisa bersembahyang di kelenteng tempat tinggal mereka setelah sembahyang di kelenteng Pulau Kemaro. ”Diimbau kepada umat untuk menjaga keamanan saat melaksanakan wisata religi ini,” ujarnya.

Sedangkan panitia wayang orang Pulau Kemaro, Kawa Cit mengatakan wayang orang akan di tampilkan, Sabtu (20/2) pukul 21.00 dengan menampilkan cerita 7 Jenderal selama lima jam lalu dilanjutkan Minggu (21/2) selama lima jam.

“Hari ini kita siapkan dekorasinya,” katanya.osk

Komentar Anda
Loading...