Alex Pastikan Tak Ada Masalah Dalam Pembangunan TAA
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memastikan tidak ada masalah dalam pembangunan Tanjung Api-Api. Dua investor sudah fix berkontribusi di KEK TAA.

Gubernur Sumsel H Alex Noerdin melakukan persentasi masalah pengoperasian Tanjung Api-api dan pertambangan.
Palembang, BP
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan berkomitmen kuat untuk mengembangkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Api-Api (TAA) sebagai kawasan ekonomi terpadu yang terintegrasi dengan pusat perekonomian dunia.
Gubernur Sumsel H Alex Noerdin menuturkan, pihaknya kini tengah membangun beberapa infrastruktur dasar dan penunjang KEK TAA seperti jalan dan tol Palembang-TAA, instalasi listrik, pengelolaan air bersih dan limbah.
Lalu penunjang lainnya seperti pelabuhan penyeberangan, jalur kereta api Tanjung Enim-TAA, dan pusat distribusi regional di atas lahan seluas 2.030 hektar akan segera dilakukan.
“Pertama-tama, tahun ini akan dilakukan pembebasan lahan. Saat ini tengah dilakukan sosialisasi, selanjutnya lahan akan dinilai terlebih dahulu oleh konsultan sebelum melakukan pembayaran,” tuturnya usai pertemuan dengan Tim Pelaksana dan Sekretariat Dewan Nasional KEK di Ruang Rapat VIP Room Bandara Internasional SMB II Palembang, Sabtu (20/2).
Dirinya menegaskan, pada tahun kedua setelah TAA diamanahkan menjadi KEK oleh PP nomor 96 Tahun 2015, tidak ada masalah berarti dalam perkembangan pembangunan KEK TAA sejauh ini. Masalah-masalah kecil yang ada bisa segera diselesaikan secepatnya oleh Pemprov Sumsel.
Dirinya pun mengusulkan Tim Pelaksana KEK TAA untuk jadi tim tetap saja, karena dapat memantau dan membantu progres pembangunan yang seharusnya. “Maret mendatang, Dubai Port pengelola pelabuhan terbesar di dunia akan datang kemari, meninjau lokasi. Kalau mereka jadi bergabung dengan KEK TAA, tentu akan sangat luar biasa,” tambahnya.
Wakil Ketua II Tim Pelaksana Dewan Nasional KEK Budi Santoso menuturkan, tujuan pihaknya mengunjungi Sumsel pun untuk membantu mulai dari segi teknis, hingga masalah perizinan. Sektor-sektor utama yang nantinya akan dikembangkan di TAA adalah industri karet dan kelapa sawit, industri petrokimia yang meliputi gasifikasi batubara dan ethanol, serta industri lainya.
KEK TAA dapat membantu harga karet dan sawit sekarang yang sedang anjlok karena dibangunnya industri hilirisasi karet dengan adanya pabrik ban. “Harga karet dan aswit terjun bebas satu-satunya cara untuk menstabilkanya adalah dengan hilirisasi, ini merupakan sesuatu yang betul-betul kita harapkan selama ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua Project Management Unit (PMU) KEK TAA Regina Ariyanti mengatakan, hingga kini baru ada dua investor yang yakin bakal menanamkan investasinya di KEK TAA, meski jumlah peminatnya lebih banyak.
“Sudah ada dua yang bakal tanam investasinya. Saya tidak bisa sebutkan, namun dua investor ini sudah tercatat lama di kita,” ujarnya.
Diketahui, dua investor tersebut yakni PT Indorama dan PT DEX Indonesia. Namun Regina menyebut, sebenarnya sudah banyak investor asing yang berminat dan dalam tahap penjajakan. Di antaranya yakni PT Dubai Port yang bakal datang ke Sumsel pada pertengahan Maret 2016 nanti.
“Nanti akan investasi untuk pelabuhan. Mereka juga bekerja sama dengan Jabel Ali yang fokus pada pengelolaan KEK. Nah kita harapkan Jabel Ali ini akan digandeng Dubai Port datang ke Sumsel juga,” lanjutnya.
Dirinya menuturkan, kedatangan Dubai Port untuk membahas bisnis dan teknis yang bakal diinvestasikan. Juga akan dilakukan pengecekan lapangan ke KEK TAA. Selain itu, kata dia, juga ada investor-investor mulai dari Malaysia, Cina, Jepang, Inggris, dan sebagainya yang ingin investasi di Sumsel.
Terkait pembebasan lahan, kini pihaknya masih melakukan inventarisir pembebasan lahan untuk tahap I seluas 217 hektar. Pihaknya menyiapkan anggaran sebesar Rp41 miliar dari APBD Sumsel. Tinggal menunggu proses dari Konsultan Jasa Penilai Publik) (KJPP) yang menilai harga lahan. #idz