Jasa Sepuh Perhiasan Sepi Peminat
Tren sepuh cincin atau pun perhiasan lainnya kini sudah mulai mereda. Selain karena faktor perekonomian yang sedang lesu, rendahnya harga komoditas perkebunan juga ikut mempengaruhi jasa tersebut.
SEBELUMNYA, masyarakat Kota Palembang menggandrungi batu akik. Kebanyakan para pengguna batu akik menggunakan ring berbahan titanium, sehingga tidak perlu menggunakan jasa penyepuh dan pencuci.
Cuaca Kota Palembang hari itu cukup terik, meskipun berawan dan seolah akan turun hujan. Rasa gerah akan terasa terutama saat masuk di kerumunan orang di pusat ritel tradisional Palembang, Pasar 16 Ilir. Kerumunan orang hanya menuju ke satu titik saja yakni pertokoan. Tidak untuk tempat sepuh perhiasan. Tempat ini sepi pengunjung.
Tampak deretan jasa penyepuhan perhiasan yang didominasi kaum pria ini, duduk di emperan pertokoan. Dengan bermodalkan peralatan secukupnya, para pengais rezeki kaki lima ini menunggu pengunjung yang akan menggunakan jasanya.
Suara-suara bising terdengar kala proses pencucian perak atau pun sepuh emas suaso, yang dihasilkan dari alat khusus pencucian. Ada cairan khusus untuk mencuci emas dan perak, juga sepuh. Di antaranya, air putas untuk membuang kotoran yang melekat pada benda tersebut. Air aso-aso untuk yang berbahan suaso, dan air emas 24 karat yang telah dilebur menjadi air sehingga saat proses sepuh membuat menjadi sekuning emas.
Saat akan diproses, perhiasan dibersihkan dulu menggunakan dinamo, kemudian dicuci dan disikat. Lalu direndam menggunakan air emas. Air tersebut dipanaskan menggunakan api, dan kemudian perhiasan beberapa saat hingga berwarna kuning emas.
Sementara untuk mencuci perak, menggunakan gilingan cuci yang dihidupkan dengan listrik yang di dalamnya terdapat klahar untuk melicinkan dan mengkilatkan perak, kemudian perak dikeringkan dan didinginkan menggunakan hair dryer.
Salah seorang jasa sepuh di Pasar 16 Ilir, Rahmat, mengatakan, selain menerima pencucian perak atau pun sepuh emas suaso, dia pun menerima sepuh dan cuci tembaga. Dia membanderol untuk mencuci cincin perhiasan lainnya Rp5.000 – Rp10.000, sementara sepuh Rp15.000 – Rp20.000.
“Jasa sepuh sekarang sedang sepi, karena selain ekonomi juga sedang lesu juga s banyak orang menyukai batu akik tetapi lebih memilih menggunakan titanium, jadi tidak perlu dicuci, walaupun ada pengguna jasa ini tapi sedikit sekali,” katanya.
Salah seorang jasa sepuh lainnya, Teguh, mengatakan, saat ini pasaran sedang sepi, hanya sekitar 10 cucian saja per hari, sehingga berpengaruh pada penghasilan sehari-hari. Menurutnya, sempat berpikir untuk banting setir jualan batu akik, namun menurutnya, niat itu diurungkan karena batu akik musiman. “Kalau lagi ramai saja banyak yang cari, kita tetap bertahan di sepuh emas, walaupun sepi dan banyak juga saingannya,” katanya. #pitriatiningsih