Ujian UNBK Masih Terkendala
Banyak Sekolah Mengundurkan Diri
Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun kedua dilakukan di Sumsel masih terkendala. Kendala itu baik jumlah peserta yang masih tentatif hingga belum update-nya server di pusat penilaian pendidikan (Puspendik) Kemendikbud.
Palembang, BP
Kepala Dinas Pendidikan provinsi Sumsel Widodo, Rabu (17/2), mengatakan, hambatan terjadi di Puspendik hanya terkait belum terkoneksi jaringan secara online antara server pusat dan sekolah. Kondisi itu akan ditangani dengan cara melakukan persiapan atau tes jaringan oleh setiap sekolah nantinya.
“Semuanya masih diproses kedepannya agar UNBK berjalan maksimal. Sebab kita juga tidak ingin ada kendala dan mewanti-wanti tidak terjadi sabotase,” kata Widodo.
Selain itu, Widodo juga belum bisa memastikan angka pasti sekolah yang terdaftar dalam UNBK. Lantaran masih banyak mundur maju hingga menyatakan mundur. Kendati demikian berdasarkan data terakhir Rabu,(17/2) Dinas Pendidikan Sumsel sekolah-sekolah mengikuti UNBK berbasis komputer di Sumsel berjumlah 91 sekolah, karena banyak sekolah yang mengundurkan diri hingga saat ini hanya 81 sekolah dengan rincian tingkat SMA 37 sekolah, tingkat SMK 35 sekolah, serta tingkat SMP 9 sekolah, semuanya tersebar di provinsi Sumatera Selatan. Sedangkan sistem ujian nasional berbasis kertas atau paper based test (PBT) di ikuti tingkat SMA 756, tingkat SMK 235, dan tingkat SMP 1621.
“Data itu juga belum pasti. Karena kami masih membuka pendaftaran bagi sekolah yang ingin ikut UNBK. Sebab ada beberapa sekolah yang mengundurkan diri seperti SMK N 2 Lubuklinggau, SMK Karya Sumbawa dan SMP Ignatius Global,” ungkapnya.
Kendala lainnya, Widodo juga menyoroti kinerja PLN sebagai pemasok daya listrik menunjang UNBK. Ia berharap pihak PLN mampu mendukung program pemerintah (UN) khususnya tidak membuat tindakan salah hingga berdampak kepada kejahatan terhadap anak.
“Kalau anak-anak tidak lulus gara-gara listrik pada akhirnya psikologis mereka bisa terganggu itu bermaksud kejahatan terhadap anak. Makanya kita segera akan masukan surat kepada PLN agar tidak ada pemadaman selama UN berlangsung,” tegasnya.
Saat dikonfirmasi Deputi Hukum dan Humas PT PLN (Persero) WS2JB Lilik Hendro Purnomo mengatakan, PLN akan membackup secara maksimal jalannya UNBK. Itu terbukti tahun kemarin lima sekolah tidak mengalami gangguan non teknis padamnya listrik.
“Sampai sekarang kami belum dapat surat pasti dari dinas sekolah mana saja tahun ini ikut UNBK. Agar kita bisa backup sepenuhnya,” ujarnya.
Ia juga berharap masyarakat ikut terlibat membantu kinerja PLN. Karena padamnya listrik bisa terjadi karena faktor sederhana seperti terputusnya jaringan arus disebabkan ranting dan bangkai layang-layang.
“Kita sudah bersihkan area listrik, tetapi masyarakat juga harus bantu memantau nya. Karena UN bukan hanya tanggung jawab PLN saja,” pungkasnya. #adk