Pengusaha Berharap BI Rate 5%
Palembang, BP
Kalangan pengusaha Sumsel mengapresiasi langkah Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin. Hanya saja, penurunan tersebut masih dianggap tanggung, mengingat suku bunga di Indonesia dianggap masih terlalu tinggi sehingga belum dapat bersaing dengan sejumlah negera tetangga seperti Singapura 5 persen, Malaysia 4,5 persen dan Filipina 5,5 persen.
Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumsel, Sumarjono Seragih mengatakan BI seharusnya masih bisa menekan kembali besaran suku bunga acuan hingga ke level 5-6 persen. Masih tingginya suku bunga perbankan di Indonesia membuat kinerja sektor riil tersendat.
“BI harus berani ambil resiko dan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi. Turunkan BI Rate lalu bank-bank juga harus mengikuti dengan menurunkan suku bunganya. Kalau tidak pengusaha banyak yang pinjam di luar negeri,” terangnya, Kamis (18/2).
Menurutnya, penurunan itu sangat diperlukan dalam menghadapi persaingan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Asing di pasar yang sama tapi mereka bisa menjual lebih murah, karena punya dana murah.
Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Eddy Ganefo berpendapat, aspek yang perlu dipertimbangkan untuk mendongkrak kondisi sektor riil adalah soal pembiayaan. ”Persoalan utamanya, bunga pinjaman di bank nasional masih sangat tinggi,” kata dia.
Hal ini, menurut dia, akibat tingkat efisiensi lembaga keuangan dan perbankan di Indonesia masih rendah bila dibandingkan negara-negara besar di kawasan Asia Tenggara. ”Tingkat net interest margin (NIM) bank di Indonesia di atas 4,5 persen, sedangkan NIM di lima negara ASEAN dikisaran tiga persen,” sebutnya.
Dia berharap turunnya bunga bank bisa menjadi pendorong sektor riil setelah keluarnya berbagai paket kebijakan ekonomi. ”Kondisi ekonomi yang sudah berefek pada capital flight, naiknya harga-harga barang impor, dan meningkatnya utang, akan semakin sulit bagi dunia usaha jika kredit perbankan pun ikut menjadi beban,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumsel, Hamid Ponco Wibowo berpendapat, kebijakan penurunan suku bunga tersebut sudah sesuai perhitungan yang dilakukan untuk menyokong range target pertumbuhan ekonomi. “Saya rasa saat ini level suku bunga acuan sudah cukup ideal dengan kondisi perekonomian saat ini,” kata dia.
Dijelaskan Ponco, penurunan BI Rate dilakukan pertahap disesuaikan dengan kebutuhan ekonomi pada saat itu, sehingga dalam menentukan kebijakan terkait suku bunga acuan. Pihaknya harus tetap memperhitungkan sejumlah aspek yang akan berpengaruh terhadap stabilitas perekonomian. “Jadi harus dilihat dalam beberapa sisi, tidak hanya dalam satu sisi saja,” tukasnya.
Dia berpendapat, sebagai upaya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas perekonomian selain kebijakan suku bunga acuan, sebelumnya BI juga sudah mengeluarkan beberapa kebijakan terkait pelonggaran lembaga keuangan. “Kami berharap perbankan juga dapat segera merespon dengan turun menurunkan tingkat suku bunganya. Dengan demikian, target pertumbuhan ekonomi khususnya di Sumsel akan dapat tercapai,” pungkasnya. #ren