BOT Eks RS Erba dan Pasar Cinde Dilakukan Selektif
Palembang, BP
Sejumlah mahasiswa yang tergabung kedalam Kesatuan Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Masyarakat Sumsel kembali melakukan aksi demo di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan , Selasa (16/2)
Sebelumnya mereka, Kamis (4/2), menggelar demo di tempat yang sama.
Massa meminta DPRD Sumsel menolak pengajuan surat dari Gubernur Sumsel nomor : 011/3260/BPKAD/2015 terkait pembangunan RS Ernaldi Bahar (RS Erba) yang akan dijadikan hotel dan mal serta revitalisasi Pasar Cinde.
Koodinator Aksi (Korak) dari Kesatuan Aliansi Mahasiswa Pemuda Peduli Masyarakat Sumsel, Eza, mengatakan, pembangunan di Sumsel memang sedang berkembang pesat. Tapi tidak seharusnya untuk mempercepat pembangunan tersebut, pemerintah berkerja sama dengan pihak asing yang belum jelas sistem kerja sama dan keuntungan yang didapat dari kerja sama tersebut.
Kerja sama Build Operate Transfer (BOT) yang dilakukan antara pihak PT Praja Adi karya Utama dan PT Magna Beatum dengan Pemerintah Provinsi, selain tidak meningkatkan percepatan pertumbuhan ekonomi masyarakat, juga rawan menghilangkan aset daerah.
“Belum jelas kerjasama itu, apalagi lahan yang akan dijadikan kerja sama itu merupakan aset milik negara. Takutnya aset tersebut akan hilang nantinya,” ujarnya.
Sedangkan revitalisasi Pasar Cinde menjadi Plaza Cinde Aldiron, akan menghilangkan pasar tradisional. Kebijakan pembangunan ini tak seiring dengan program Presiden dalam mengembangkan pasar tradisional.
”Karena itu tolak revitalisasi pasar cinde karena akan menghilangkan aset sejarah pasar trandisional, ‘’ teriaknya.
Hal senada pun disampaikan Heri, Koordinator Aksi lainnya yang meminta agar proses pembangunan eks RS Erba dan revitalisasi pasar Cinde dihentikan, sebelum ada kompensasi kejelasan kepada masyarakat dan pedagang mikro.
‘’Hentikan pembangunan sebelum ada kejelasan dan pedagang kepada masyarakat dan pedagang mikro,” teriaknya.
Dalam aksi demo tersebut Ketua Pansus I BOT RS Erba MF Ridho dan Ketua Pansus II BOT Pasar Cinde H Joncik Muhammad dan didampingi anggota DPRD Sumsel lainnya Usman Effendi dan Didi Efriadi menerima kedatangan massa.
Baik Ketua Pansus I BOT RS Erba MF Ridho dan Ketua Pansus II BOT Pasar Cinde H Joncik Muhammad berjanji akan selektif dalam melakukan BOT dengan pihak ketiga dan BOT yang dilakukan memang ada dasar hukumnya.
Mereka sepakat agar BOT dua aset Pemprov Sumsel harus di awasi agar Sumsel tidak di rugikan namun akan mendapatkan keuntungan dari kerjasama ini. #osk