Potensi Hujan Kecil, Palembang Primadona Saksikan GMT

16

20150323725Palembang, BP

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, wilayah Indonesia barat berpeluang kecil diguyur hujan saat gerhana matahari total (GMT) pada 9 Maret mendatang. Cuaca cerah memperbesar kemungkinan masyarakat menyaksikan fenomena yang terjadi 350 tahun sekali ini.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Sumsel Irene Camelyn Sinaga mengatakan, pihaknya sudah mempersiapkan acara untuk memeriahkan GMT di Sumsel.

Disbudpar Sumsel mencatatsaat ini sudah ada lebih dari 2.000 orang wisatawan nusantara (wisnus) dan 500 wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Palembang menyaksikan GMT. Beberapa negara yang tercatat yakni Singapura, Malaysia, Kanada, Australia, Jepang, Amerika, dan Inggris.

“Kami targetkan wisnus dan wisman bisa isi 4.900 kamar yang ada di Sumsel saat acara GMT tersebut. Bahkan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo sudah konfirm untuk datang,” tutur Irene, Jumat (12/2).

Dirinya menuturkan, pihaknya akan memfokuskan pelaksanaan acara GMT di Jembatan Ampera Palembang, Danau Skiair Jakabaring Sport City Palembang, Desa Upang Banyuasin, Prabumulih, dan Bukit Sulap di Lubuk Linggau.

Baca Juga:  Anggota DPRD Sumsel Ini Pastikan Bulog  Gelar Operasi Pasar Minyak Goreng di OKUT

Pihaknya tengah menyusun materi acara untuk GMT, seperti sarapan bersama, pelepasan lampion, pertunjukan seni budaya Sumsel, dan sebagainya.

“Yang paling istimewa akan ada pertunjukan koreografi dan drama terkait mitos tentang GMT yang ceritanya yakni naga memakan matahari. Akan ditampilkan drama dengan menggunakan naga ukuran panjangnya 18 meter yang saat ini masih dalam proses pembuatan oleh anak-anak SMK N 7 Palembang. Panjangnya 18 meter menyimbolkan Asian Games ke-18 yang akan diselenggarakan di Sumsel 2018 mendatang,” tuturnya.

Salat Gerhana berjamaah akan dilakukan di beberapa lokasi seperti di Kampung Al Munawar dan Masjid Agung Palembang. Sebelum hari-H yakni pada 8 Maret pihaknya akan menyelenggarakan glowing nite run.

Selain itu juga akan ada penampilan perahu cantik, dan barongsai yang ditempatkan di Kelurahan 10 Ulu, Pasar 16 Ilir, BKB dan Kampung Kapitan.

Baca Juga:  Ajak Wisatawan Saksikan GMT dari Atas Getek

“Kami pun mengundang 16 blogger yang sudah tiba hari ini, dari luar negeri dan dalam negeri untuk mempromosikan wisata Sumsel,” terangnya.

pihaknya pun sudah koordinasi dengan pihak terkait untuk menutup Jembatan Ampera pada saat pelaksanaan selama 12 jam mulai pergantian hari dari 8 Maret ke 9 Maret hingga pukul 12 siang pada 9 Maret itu.

Sementara itu, Peneliti Senior Bidang klimatologi BMKG Yunus Subagyo Swarinoto menuturkan, peluang hujan di wilayah barat Indonesia lebih kecil daripada wilayah timur sehingga peluang terlihatnya gerhana matahari lebih besar.

“Bengkulu, Palembang,Palangkaraya, dan Palu peluang hujannya paling kecil. Jadi sebaiknya pergi ke sana,”kata , Menurut Yunus, peluang hujan di keempat wilayah itu 20 persen.

Sementara peluang hujan di wilayah Ternate dan Maba yang sebenarnya akan mengalami gerhana terlama 90 persen. Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Mulyono Prabowo, mengungkapkan bahwa prakiraan cuaca itu sesuai dengan data pola cuaca di berbagai wilayah Indonesia selama bertahun-tahun.

Baca Juga:  Jazuli Juwaini: Kepulangan HRS Sebaiknya Tidak Dipolemikkan

Awal tahun, pembentukan awan terkonsentrasi wilayah barat Indonesia. Wilayah timur cenderung cerah. Pertengahan tahun, terjadi hal sebaliknya.“Maret nanti adalah masa transisi. Awan mulai terbentuk di wilayah timur,” kata dia.

Yunus mengatakan, pagi hari, awan masih banyak terbentuk di lautan. Wilayah kepulauan seperti Belitung lebih banyak dipengaruhi oleh lautan sehingga pagi hari cenderung berawan.

Mulyono mengatakan, akurasi prakiraan cuaca kali ini adalah 60 persen. BMKG terus memperbarui prakiraan cuacanya. Prakiraan cuaca H-7 nanti 85 persen sementara 3 jam sebelumnya lebih dari 85 persen. #idz

Komentar Anda
Loading...