Pasokan Ikan Mulai Langka

20

* Dampak Musim Hujan

BP/ARRACHIM KAPAL NELAYAN-Tampak bebera nelayan tengah menurunkan puluhan ton ikan hasil tangkapan mereka    digalangan Kapal Galvin Pabrik Es PT Budiman Lorong Sei Jeruju Kelurahan Kuto Batu Kecamatan Ilir Timur II Palembang
BP/ARRACHIM

Palembang, BP

Pasokan ikan sungai dan laut di pasar tradisional mulai langka. Kalaupun ada, harganya merangkak naik.

Pantauan di sejumlah pasar tradisional di Palembang, Rabu (20/1), ikan gabus, ikan tongkol, ikan sepat dan beberapa jenis ikan lainnya mulai sulit didapat.

“Gabus, sepat, udang sungai dan beberapa jenis ikan sungai lainnya sudah minim. Yang ada ikan lele, patin, gurami, karena masih ada yang pelihara,” kata Ujang, pedagang ikan di Pasar KM5, Rabu (20/1).

Dia mengatakan, akibat suplai ikan yang tidak stabil, membuat harga mulai naik. Dari pekan lalu, bahkan kenaikan mencapai 10 persen. Kenaikan disinyalir akibat debit sungai mulai naik, sehingga nelayan kesulitan mencari ikan.

“Kabarnya air sungai sudah mulai naik, nelayan kesulitan mencari ikan. Selain itu, budaya setrum ikan, ditambah perkebunan kelapa sawit membuat ikan sulit berkembang biak, jadi nelayan sulit mencari,” katanya.

Baca Juga:  Selebgram Asal Palembang  Ditangkap Polda Lampung

Hal senada dikatakan pedagang ikan sungai di Pasar Cinde, Adi. Dikatakannya, harga ikan cenderung naik karena suplai ikan menurun sejak musim penghujan, terutama ikan sungai.

“Ikan baung ini sebenarnya sulit, hanya daerah tertentu yang suplai, itupun tidak banyak. Harganya pun naik terus,” katanya.

Harga ikan baung Rp90.000/kg saat ini, sebelumnya sekitar Rp80.000. Karena suplainya tidak banyak, ikan ini sulit diperoleh. Harganya juga ikut mahal, sementara minat beli pun sedikit.

Kondisi hujan deras saat ini membuat air sungai pasang, sementara nelayan sulit mencari ikan. Hasilnya, suplai ikan makin sedikit dan harganya cenderung melejit. Ditambah lagi, akibat hujan pengiriman ikan sering mengalami keterlambatan.

Ikan yang masuk ke pasar, menurut Adi, sebenarnya tidak banyak. Ikan sungai tertentu seperti gabus selalu ada, namun suplainya saat ini berkurang. “Kalau ikan sungai yang dipelihara ada terus, walau tidak banyak, tapi kalau ikan gabus, gurami sudah sangat sedikit. Kalaupun ada harganya cenderung naik. Mau jual juga takut kemahalan,” ujar dia.

Baca Juga:  Transparansi Anggaran Diperkuat, Raperda Pertanggungjawaban APBD 2024 Sumsel Disetujui

Pedagang lainnya, Udin mengatakan, harga ikan laut juga mengalami kenaikan. Kendati kenaikan tidak banyak, namun berlangsung kontinyu sejak tiga bulan terakhir.

“Biasanya bawa 20kg habis, sekarang 5kg saja susah jualnya. Ini karena harganya yang mulai naik, sementara suplai ikan terbatas,” katanya.

Dia mengatakan, untuk harga ikan kembung saat ini mencapai 30.000/kg, cumi Rp55.000/kg, kenaikan mencapai Rp10.000 dari harga biasanya. Namun harga tersebut fluktuatif sesuai cuaca.

“Ikan laut ini sebenarnya tidak ada masalah, bahkan cukup banyak. Hanya saja harganya yang cukup tinggi membuat masyarakat berpikir ulang untuk membelinya,” jelas dia.

Baca Juga:  Sanksi Bagi PNS Bolos Usai Libur Lebaran

Dia mengatakan, seharusnya harga ikan ini bisa murah, apalagi barangnya banyak. Dengan begitu minat beli bisa meningkat dan pedagang tidak sulit memasarkan.

Namun, ketika harga barang naik, tidak hanya pembeli yang malas beli, namun juga pedagang bisa merugi.

Tidak hanya penjual ikan basah, penjual ikan kering mengeluhkan minimnya suplai ikan. Kian sulitnya mendapatkan pasokan ikan lais, penjual ikan salai terpaksa menaikan harga.

“Biasanya ikan salai dapat dijual Rp250.000 hingga Rp300.000 /kg, namun saat ini sudah mencapai Rp350.000/kg. Ini karena pasokan ikan mulai sedikit, maknya mahal,” kata Mahmud, pedagang ikan salai di Pasar Cinde. # ren

 

 

 

Komentar Anda
Loading...