JK Sibuk, Groundbreaking Masjid Sriwijaya Molor Lagi
Palembang, BP
Peletakan batu peryama atau groundbreaking Masjid Raya Sriwijaya terpaksa diundur lagi. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sebelumnya merencanakan dalam waktu dekat akan melakukan groundbreaking, namun jadwal Wakil Presiden Jusuf Kalla harus mengalami perubahan lagi sehingga jadwal groundbreaking pun ikut berubah.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumsel H Mukti Sulaiman mengatakan, meski groundbreaking belum dilaksanakan, Pemprov Sumsel sudah menimbun sebagian besar lahan yang ada di kawasan Masjid Raya Sriwijaya tersebut.
Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Selatan H Mukti Sulaiman mengatakan, pihaknya sudah tiga kali menjadwalkan groundbreaking namun jadwal yang ditentukan selalu berbenturan dengan jadwal JK yang padat dan selalu berubah
“Untuk memulai pembangunan, kami harus menunggu groundbreaking yang dilakukan Wapres yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Pengurus Pusat Dewan Masjid Indonesia,” tuturnya, Rabu (20/1).
Meski begitu, Pemprov Sumsel terus melakukan progres penimbunan di atas lahan tersebut. Sekda menuturkan, saat ini tujuh hektar dari total luas lahan 15 hektar telah ditimbun. Dirinya mengaku masih ada beberapa kendala pembebasan lahan di atas lahan tersebut, namun pihaknya terus melakukan upaya percepatan pembebasan lahan.
“Lahan yang belum selesai pembebasan lahan tinggal sedikit, tapi kita upayakan percepat. Jalan akhir bila tidak segera selesai langsung dilakukan konsinyasi kepada Pengadilan Negeri Palembang,” kata Mukti.
Sementara itu, Gubernur Sumsel H Alex Noerdin memastikan, pembangunan Mesjid Raya Sriwijaya akan dilakukan selama dua tahun dan diupayakan sebelum Asian Games sudah selesai. Masjid tersebut bukan hanya menjadi tempat ibadah umat muslim, namun berpotensi menjadi obyek wisata religi di Palembang.
“Masjid tersebut memiliki luas 20,08 hektar. Di bagian depan ada gerbang utama bertuliskan Masjid Raya Sriwijaya. Lalu ada juga Plaza Masjid dengan pola Geometri Islam dan khas Sumsel,” ujar Alex
Dalam bangunan itu ada 12 pilar artinya ada 12 imam setelah Rasulullah. Tinggi bangunan masjid setinggi 5 meter memiliki makna Rukun Islam.
Kemudian juga ada enam tenda atap melengkung yang melambangkan enam Rukun Iman serta menara Minaret setinggi 99 meter yang melambangkan Asmaul Husna.
“Banyak yang meragukan apakah masjid cantik se-Asia Tenggara ini akan terwujud. Namun insya Allah, kita wujudkan masjid ini. APBD digunakan untuk memancing donatur, pertengahan tahun ini saya akan tur ke Timur Tengah untuk mencari dana penyelesaian. Alhamdulillah, Qatar sudah setuju,” ujarnya.
Ia meminta agar seluruh SKPD dan pihak terkait agar maksimal dalam membangun masjid tersebut. #idz