Teknik Pemasangan Tiang Pancang LRT Diubah

13

pembangunan-lrt-di-palembang_20151215_090339Palembang, BP

Anggota Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumsel Zainuddin ST MM mengatakan PT Waskita selaku kontraktor yang mengerjakan Pembangunan Light Rail Transit (LRT), akan mengubah teknik penanaman tiang pancang untuk jalur LRT di Kota Palembang.

Hal tersebut dikatakan Zainuddin setelah melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Perhubungan dengan agenda koordinasi pembangunan LRT Kota Palembang, Senin (11/1).

“Kita menyampaikan permasalahan yang terjadi dan keluhan masyarakat terkait pembangunan LRT karena dalam penanaman tiang pancangnya menimbulkan getaran dan mengganggu masyarakat sekitar,” kata Zainuddin, Senin (11/1).

Baca Juga:  Diusulkan ASN Palembang Tinggalkan Kendaraan Pribadi, Naik LRT

Selain itu, dampak dari penanaman tiang pancang tersebut, membuat jalan yang berada di titik-titk penanaman tiang pancang aspalnya menjadi rusak dan bergelombang.

“Jadi dari hasil koordinasi pembangunan LRT hari ini, pihak Waskita mengatakan akan mengubah teknik penanaman tiang pancang itu dengan menggunakan sistem boor field,” katanya.

Sebelumnya Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan memastikan selama ini tidak ada kendala dalam proses pembangunan LRT di Kota Palembang. Proyek ini pun diperkirakan akan rampung tepat waktu sebelum berlangsung Asian Games 2018.

Baca Juga:  Lagu Ratu Sinuhun Karya Ali Goik Jadi Bahan  Diskusi di  Pekan Seni Palembang

“Tidak ada kendala, tinggal dikerjakan saja. Targetnya, diusahakan Juni 2018 itu sudah beroperasi. Jadi yang menjadi fokus penting itu waktu,” kata Menteri Perhubungan RI Ignasius Jonan, usai mendapatkan paparan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel dan penyelenggara pembangunan Waskita Karya, saat ditemui, VVIP Bandara SMB II Palembang, Sabtu (9/1).

Dalam pembangunan LRT Kota Palembang tidak mempunyai banyak permasalahan dalam pembebasan lahan karena menggunakan badan jalan. Sehingga di masing-masing zona, satu hingga lima, telah dikerjakan. Dimulai dengan pemasangan tiang pancang untuk pondasi rel kereta ringan di sejumlah titik. Di antaranya di jalan menuju Bandara SMB II Palembang, Jalan Angkatan 45.

Baca Juga:  Ratusan UKM se-Sumsel Ikuti Bazar Kreatif di BKB

Hanya saja, menurut Jonan, perlu ada koordinasi yang baik dalam setiap progres pembangunan. Seperti halnya pembangunan LRT, pasti akan mengalami sejumlah gangguan dalam progresnya. Seperti, adanya pipa PDAM, pipa pertamina, dan sebagainya. # osk

Komentar Anda
Loading...