Pengerjaan Tol Trans Sumatera Dikebut

7
BP/MARDIYANSYAH PALINDRA-Sejumlah alat berat melakukan fungsinya saat berada dikawasan proyek pembangunan jalan tol Palembang Indralaya (PALINDRA), Minggu (10/1). Setelah dilakukan penimbunan dibeberapa kilo dilakukan pemadatan jalan yang akan dibangun.
BP/MARDIYANSYAH
PALINDRA-Sejumlah alat berat melakukan fungsinya saat berada dikawasan proyek pembangunan jalan tol Palembang Indralaya (PALINDRA), Minggu (10/1). Setelah dilakukan penimbunan dibeberapa kilo dilakukan pemadatan jalan yang akan dibangun.

Jakarta, BP

Pemerintah telah mengeluarkan penjaminan untuk seluruh kontrak pinjaman atau utang yang diajukan oleh PT Hutama Karya (Persero) dalam mendanai proyek pembangunan jalan tol Trans Sumatera. Jaminan tersebut membuat manajemen Hutama Karya (HK) lebih bersemangat mengebut pembangunan 24 ruas tol yang melintasi Sumatera.

Direktur Utama HK I Gusti Ngurah Putra mengatakan, kini perseroan bisa lebih mudah mendapatkan suntikan dana dari pihak ketiga selain menantikan pencairan Penyertaan Modal Negara (PMN) yang dijatah tahun ini sebesar Rp3 triliun. Putra mengaku, untuk mengerjakan proyek senilai Rp34 triliun tersebut, HK tidak sanggup jika harus menggunakan ekuitas sendiri.

“Modal HK hanya Rp880 miliar saat dikeluarkan. Nilai proyeknya sendiri Rp34 triliun untuk tahap pertama aja. Tidak mungkin HK mampu,” ujar Putra. Secara ekonomi, menurutnya, tol Trans Sumatera sangat dibutuhkan oleh masyarakat di pulau tersebut. Namun secara komersial proyek itu disebutnya memiliki nilai imbal balik investasi yang kecil sehingga dianggap tidak menarik jika dikerjakan oleh perusahaan swasta yang cenderung mengejar keuntungan.

Ia mencontohkan, trafik kendaraan harian yang akan melewati jalan tol Medan-Binjai masih jauh dari target Lalulintas Harian Rata-rata (LHR) sekitar 17 ribu-18 ribu kendaraan per hari. Sedangkan untuk dianggap proyek menguntungkan, LHR di ruas tersebut harusnya mencapai 20 ribu kendaraan per hari.

Baca Juga:  Kapolda Sumsel Bagikan   Sembako Untuk Pegawai Harian Lepas

“Jadi dari tingkat pengembalian (Internal Rate of Return) tidak akan masuk hitungan swasta karena terlalu banyak risiko jika dilepas ke pihak swasta,” ujarnya.
“Tol ini sangat dibutuhkan, sementara secara finansial tidak layak, Jadi pemerintah tugaskan HK dan ada jaminan dari pemerintah,” jelasnya.

Putra mengatakan, untuk tahap awal pembangunan tol Trans Sumatera, perusahaannya telah menerima pinjaman dari PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp1,7 triliun dengan tenor 25 tahun. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun tol ruas Medan-Binjai sepanjang 16,6 kilometer (km) dan ruas tol Palembang-Simpang Indralaya sepanjang 22 km.

Sementara dalam penugasan yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 117 tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Jalan Tol di Sumatera, HK diberikan mandat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggarap 24 ruas tol.

Baca Juga:  Heri Amalindo Pimpin PSI  Sumsel 

Untuk tahap pertama ruas jalan tol yang dikerjaana yakni ruas Medan-Binjai, ruas Palembang-Simpang Indralaya, ruas Pekanbaru-Dumai, ruas Bakauheni-Terbanggi Besar, ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang, ruas Pematang Panggang-Kayu Agung, ruas Palembang-Tanjung Api-api dan ruas Kisaran-Tebing Tinggi.

“Dari tahap satu yang delapan ruas, Pekanbaru-Dumai belum di-groundbreaking. Rencananya memang Desember kemarin, tapi ada kendala. Semoga ini bisa groundbreaking,” jelasnya.

Upaya pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menggenjot pembangunan infrastruktur di Indonesia tak lepas dari pesimisme banyak kalangan. Bahkan sempat ada yang menilai beberapa kali agenda peletakan batu pertama atau groundbreaking hanyalah seremonial dan tidak akan berlanjut.

Jokowi mengalaminya saat groundbreaking Tol Trans Sumatera pada tahun lalu untuk ruas Bakauheni-Terbanggi Besar. Ada yang ragu, bahwa proyek ini tidak ada kelanjutannya.

“Banyak yang meragukan waktu saya groundbreaking jalan tol trans Sumatera, ada yang bisik-bisik, jangan-jangan ini hanya groundbreaking, tidak ada kelanjutannya, karena beberapa tahun lalu juga ada groundbreaking pak, katanya,” terang Jokowi dalam pembukaan rapat kerja nasional PDI Perjuangan di Jiexpo, Jakarta, Minggu (10/1).

Baca Juga:  Dalam 4 Hari, Polrestabes Ciduk 5 Tersangka Kejahatan

Setelah setahun berjalan, ternyata pembangunan tidak berhenti. Ruas tol sepanjang 155 km tersebut terus dibangun dan saat ini perkembangan konstruksi fisiknya telah mencapai 0,48%. Pembangunan bergerak paralel dengan pembebasan lahan.

“Tetapi bisa dilihat setelah setahun ruas tol trans Sumatera sudah kelihatan seperti ini di Terbanggi Besar. Nanti akan sambung terus dari Lampung ke Palembang hingga sampai ke Aceh. Ini membuktikan bahwa jalan ini sudah mulai dikerjakan,” ujarnya.

Jokowi juga menyinggung soal ruas Medan-Binjai sepanjang 16,72 km. Pembangunan jalan tersebut terus berjalan dan saat ini perkembangan konstruksi fisiknya sudah mencapai 2,01%. Ruas ini ditargetkan dapat beroperasi pada tahun 2018.

“Medan – Binjai juga terus berjalan, tampak sudah terlihat di sini,” papar Jokowi. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut mengaku akan terus memantau setiap perkembangan dari proyek infrastruktur yang telah dibangun. Dana yang disediakan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat besar, sehingga harus terealisasi dalam pembangunan.#tmp/dtf/pit

Komentar Anda
Loading...