2017, Berobat Gratis Hanya Bisa Jamin 1 Juta Penduduk

10

bu-lidyaPalembang, BP
Rencana pemerintah yang akan mengintegrasikan program berobat gratis jamkesmas dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan pada 2017 mendatang akan berimbas terhadap jumlah penduduk yang bisa terjamin. Pemprov memastikan, pasca bergabungnya program berobat gratis dengan BPJS, maka penduduk Sumsel yang terjamin akan jauh menurun hingga mencapai 75 persen.

Kepala Bidang Bina Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Trisnawarman mengatakan, setelah bergabung BPJS, pemprov akan tetap menjalankan program unggulan berobat gratis namun dengan jumlah penduduk terbatas.

Baca Juga:  Audiensi dengan Wawako Palembang: DKP Siap Majukan Seni Budaya dan Pariwisata 

Hal itu disebabkan karena terbatasnya alokasi anggaran akibat perbedaan iuran premi yang telah ditetapkan oleh BPJS.

“Digabungnya berobat gratis dan BPJS, maka pemprov diwajibkan membayar premi sebesar 5 kali lipat dari sebelumnya. Dulu saat program Jamkesmas, Pemprov Sumsel hanya membayar premi perbulan sebesar Rp5 ribu. Sedangkan bila bergabung dengan BPJS nanti menjadi Rp25 ribu per bulan. Tentu ini akan membuat alokasi anggaran program ini jadi terbatas,” katanya.

Baca Juga:  Kembalikan Sekolah Gratis, dan Berobat Gratis Untuk Rakyat

Dirinya mengungkapkan, besaran anggaran yang ditetapkan untuk melayani penduduk dalam program gratis setiap tahunnya mencapai Rp220 miliar. Jumlah tersebut selalu bertahan setiap tahun sementara beban alokasi dipastikan meningkat setelah bergabung BPJS.

“Dari total anggaran itu sebelumnya sanggup mengcover empat juta penduduk. Namun setelah digabung BPJS, bisa dipastikan akan menyusut tinggal 1 juta penduduk yang masih bisa terlayani,” ungkapnya .

Meski program berobat gratis masih diperlukan banyak masyarakat, namun pemprov akan tetap bertumpu pada besaran alokasi anggaran berobat gratis yang ditetapkan serta ketentuan pemerintah pusat.

Baca Juga:  SKK Migas dan ExxonMobil Indonesia Lakukan Kerjasama Kegiatan Eksplorasi di Area Terbuka Indonesia

“Integrasi Jamkesmas dengan BPJS hanya sebatas seberapa mampu keuangan pemprov. Kalau anggarannya cukup, tentu berapa pun penduduk yang sanggup akan kita integrasikan,” imbuhnya.

Saat ini, dalam persiapan penggabungan kedua program jaminan itu, pihaknya juga tengah melakukan sinkronisasi seluruh data-data penerima program gratis di seluruh Sumsel dengan BPJS.#idz

Komentar Anda
Loading...