6.237 TNI dan Polisi Amankan Pilkada Serentak

14
BP/ARRACHIM PENGAMANAN PILKADA SERENTAK-Apel Siaga pasukan dalam rangka pengamanan Pilkada serentak diSumsel tahun 2015 yang berlangsung dilapangan stadion Garuda Sriwijaya Jalan Tanjung Api api KM 10 Palembang, Selasa (1/12)
BP/ARRACHIM
PENGAMANAN PILKADA SERENTAK-Apel siaga pasukan dalam rangka pengamanan pilkada serentak di Sumsel tahun 2015 di lapangan stadion Garuda Sriwijaya, Palembang, Selasa (1/12).

Palembang, BP

             Kodam II Sriwijaya menggelar  apel pasukan pengamanan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak, di lapangan  Garuda Sriwijaya, Jasdam II Sriwijaya, Palembang, Selasa (1/12).

Apel gelar pasukan dipimpin langsung Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson, SIP diikuti ribuan pasukan pengaman pilkada dari unsur TNI, dihadiri Sekda Sumsel H Mukti Sulaiman, Ketua DPRD Sumsel HM Giri Ramandha N Kiemas, dan Wakapolda Sumsel Brigjen Pol Drs Syaiful Zachri, MM.

Apel sekaligus memeriksa kelengkapan anggota pasukan pengamanan sebelum diterjunkan ke lapangan untuk mengamankan pilkada serentak di Sumsel.

Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Purwadi Mukson mengatakan, pengamanan pelaksanaan pilkada di lima wilayah yang masuk dalam lingkup Kodam II Sriwijaya yaitu Lampung, Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung (Babel), termasuk Sumatera Selatan, pihaknya menerjunkan sekitar 1.490 prajurit TNI yang tersusun dalam Satuan Setingkat Pleton (SST) dan mereka akan diperbantukan di kodim-kodim di daerah yang terlibat pilkada di mana kendalinya langsung dari polres setempat.

Baca Juga:  8 Kabupaten Di Sumsel Tak Ikuti Pilkada Serentak Dapat Sosialisasi KPU Sumsel

“Di setiap polres ada 31 orang, itu di luar kekuatan satuan babinsa dan babinkantibmas yang biasa kerja sama selama ini. Masing-masing Korem dalam jajaran Kodam II Sriwijaya ada pasukan standby satuan setingkat kompi kurang lebih 300 orang. Sedangkan di Kodam II Sriwijaya akan kita standby-kan enam satuan setingkat kompi atau 2 SSY ada 600 orang dan ditambah unsur-unsur tadi,” kata Purwadi.

Untuk sniper, alat-alat deteksi, dan kendaraan tempur (ranpur) ini dalam rangka mengantisipasi  kemungkinan-kemungkinan yang tidak diinginkan namun semua itu harus disiapkan karena pihaknya tidak mau mengambil risiko akan terjadi hal-hal seperti itu.

“Untuk pemetaan daerah rawan sudah dipetakan oleh teman-teman polisi, ada rawan satu ada rawan dua. Dan Kodam II Sriwijaya juga memetakan daerah-daerah seperti itu, jadi kita gabung, apa yang dipetakan teman-teman kepolisian itu kita antisipasi di samping ada hal-hal yang perlu kita waspadai,” katanya.

Baca Juga:  PDIP Sumsel Ingin Transparan Nilai Tes Kesehatan

Selain itu, soal perhitungan suara, Kodam II Sriwijaya tidak dalam kapasitas itu, pihaknya hanya melihat saja, bagaimana sekat-sekat kerawanan, sekat kriminalitas.

“Jadi yang menang perhitungan suara, saya selaku Pangdam tidak berpikir seperti itu yang penting penyelenggaraan itu aman dan lancar sesuai yang kita harapkan,” katanya.

Jika perlu dilakukan perkuatan kekuatan, menurutnya, tinggal dilakukan pergerseran pasukan saja. Pasukan ini mulai bertugas H-3 sudah mulai masuk  sampai perhitungan suara selesai. Sedangkan Wakapolda Sumsel, Brigjen Pol Drs Syaiful Zachri MM mengatakan kalau pihaknya sudah membuat kalkulasi peta kerawanannya di Sumsel dengan perkiraan intelijen yaitu untuk daerah rawan I adalah Muratara, untuk daerah rawan II adalah daerah OKU dan sekitarnya.

Baca Juga:  Jaga Kualitas Air di Palembang

Sedangkan jumlah personel yang diturunkan Polda Sumsel dalam pilkada di Sumsel berjumlah 4.747 yang terlibat langsung pilkada dan cadangan orang sekitar 4.000 orang. Mereka akan bergabung dengan TNI sehingga total pasukan untuk mengamankan pilkada serentak di Sumsel 6.237 personel.

Untuk tanggal 7 Desember, semua pejabat Polda Sumsel sudah dibagi tugas di mana Kapolda Sumsel akan berkantor di Muratara. Sedangkan Wakapolda di OKU.

“Itu sampai kondusif, kita lihat perhitungan kalau setelah perhitungan selesai, aman baru ditarik, semua pejabat utama Polda nanti ada di daerah dan pasukan juga akan bergeser ke wilayah di mana Muratara sudah rawan I dan OKU rawan II dalam pilkada,” katanya. #osk

 

Komentar Anda
Loading...