Ahmad Taqwa Pimpin Polsri
Palembang, BP
Setelah melalui proses yang tak terlalu lama dalam sidang senat khusus terbuka pada pemilihan direktur Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) masa bakti 2016-2020 oleh Kementrian Risert dan Teknologi (Kemristek) dan para senat akhirnya Dr Ing Ahmad Taqwa MT terpilih sebagai direktur Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) yang baru.
Dari hasil pemungutan suara pemilihan direktur (Pildir) Polsri yang berlangsung di Aula KPA Polsri, Kamis pagi (26/10).
Berhasil mengungguli suara dari dua kandindat lainnya, memperlihatkan bahwa proses pemunguatn suara terbilang sangat cepat, dari semua surat suara yang dibacakan semuanya milik Dr Ing Ahmad Taqwa MT dengan jumlah suara sebanyak 45 suara. Sedangkan untuk kandidat lainnya atas nama Dr Ir Leila Kalsum MT hanya memperoleh 8 suara, lalu kandidat terakhir atas nama Firmansyah,SE MM hanya mendapatkan 1 suara.
Hasil perolehan suara ini berdasarkan dari total 54 suara yang sah, dan 1 anggota senat yang absen. Ditambah dengan 19 suara atau 35 persen oleh menteri.
Menurut kepala Biro SDM Kemeristek Dikti, Ari Hendrarto Saleh, SE MSi yang mewakili menteri dalam pemungutan suara tersebut mengatakan, Polsri sendiri sudah melakukan peroses pemilihan yang terbuka dan demokratis.
“Pak menteri beserta sekjen pasti sudah membaca track record, CV dan prestasi para kandidat. Semua indikator inilah yang menjadi bahan perimbangan kami untuk memilih,” ujarnya.
Sambung Ari, untuk pelantikan direktur Polsri yang baru akan dilakukan pada bulan januari tahun depan, dimana proses pelantikan akan diseusikan dengan jadwal dari pak menteri nantinya.
“Kita masih menunggu jadwal Pak Menteri. Namun biasanya pelantikan direktur akan bersamaan dengan pelantikan direktur maupun rektor dari perguruan tinggi lainnya,” jelasnya.
Sementara itu Dirut Polsri terpilih Dr Ing Ahmad Taqwa MT mengatakan akan memantapkan langkahnya untuk mewujudkan Polsri sebagai pendidikan vokasi.Sambung ia, pihaknya masih belum fokus menyepakati jika pendidikan vokasi itu memiliki rel pendidikan sendiri
“Ini strata yang kita bangun waktu itu baru D3. Lantas, permasalahan itu mulai dari rekrutmen dosen sampai dengan proses pembelajaran termasuk di dalamnya aktivitas pembinaan bidang hardmaupun softskill,” Ujarnya
Dikatakannya, seharusnya sistem ini berbeda dengan pendidikan akademis , dimana untuk rekrutmen proses pembelajaran harus mengisi konten pro end dari dunia kerja adalah tugas politeknik.
“Tentunya apa yang kita miliki sekarang belum maksimal sehingga kedepan kita harus tingkatkan hal,” Jawabnya Untuk sekarang, apa yang sudah dilakukan Direktur sebelumnya sudah sangat baik, dengan beragam persiapan konsep yang ada terutama dalam peningkatan dan perkembangan kemampuan para mahaisswa kita kedepannya. “Itu program yang akan dikerjakan.
Pastinya yang akan menjadi ujung tombaknya merupakan seluruh civitas akademika,” terangnya Terakhir Taqwa mengatakan , penunjukan dirinya sebagai direktur yang baru menjadi beban tersendiri buat dirinya, terutama untuk mampu mengemban tugas sebagai seorang pemimpin kedepannya.
Apalagi dengan kepercayaan orang yang telah mendukung untuk dapat membuat polsri lebih baik. “Satu langkah saja salah dalam bekerja, maka akan banyak keruskan dan masalah yang akan terjadi kepada yang lainnya. Oleh karena itulah semua harus dikerjakan dengan sebaik baiknya, seusaid engan koridor, tentunya apa yang sekarang saya emban harus disyukuri, apapun yang terjadi Allah yang atur,” ujarnya.#sug
