Korban Asap Harus Dievakuasi ke Rumah Singgah
Palembang, BP
Menteri Sosial Republik Indonesia
Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Kota Palembang, Rabu (28/10) malam, untuk meninjau rumah singgah yang dijadikan tempat evakuasi para korban bencana kabut asap. Khofifah mendatangi Asrama Haji Palembang yang menjadi salah satu rumah singgah korban bencana asap di Sumsel.
Khofifah Indar Parawansa berkunjung ke Kota Palembang, Rabu (28/10) malam, untuk meninjau rumah singgah yang dijadikan tempat evakuasi para korban bencana kabut asap. Khofifah mendatangi Asrama Haji Palembang yang menjadi salah satu rumah singgah korban bencana asap di Sumsel.Menteri Sosial mengatakan, seluruh korban bencana asap memang harus ke rumah singgah ini agar bisa mendapat perawatan intensif dari tim kesehatan. “Masyarakat jangan segan kemari, supaya bisa dapat udara yang lebih segar dan lebih sehat,” ujarnya di Asrama Haji Palembang, Rabu (28/10) malam.
Ia menjelaskan, di rumah singgah sudah dilengkapi dengan Air Purifier (Penjernih Udara) bantuan dari Kementrian Sosial khusus untuk daerah yang siaga bencana asap.
“Air Purifier ini terdiri dari serat optik dan kompresor yang bisa menyedot udara kotor dan mengeluarkannya menjadi udara yang bersih dan sehat. Alat ini bisa bertahan hingga 10 tahun. Ini juga diberikan di daerah Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan Jambi yang juga berstatus siaga bencana asap,” jelasnya.
Menurutnya, proses evakuasi korban bencana asap ini lebih sederhana jika dibandingkan dengan evakuasi korban bencana seperti gunung meletus ataupun tanah longsor. “Ketika Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) sudah ada diatas angka 300 memang harus ada yang mngajak mereka ke tempat yang lebih aman dan memiliki udara yang lebih bersih,” tutur Khofifah.
Selain itu, sambungnya, radio lokal juga seharusnya bisa menginformasikan kondisi ISPU di daerah tersebut, minimal per 30 menit sekali. “Dengan begitu masyarkat dapat segera berpindah ke tempat yang punya kualitas udara lebih baik,” terangnya.
Ditambahkannya, korban yang meninggal akibat bencana kabut asap ini sudah ada 19 jiwa. “Seluruh korban meninggal ini akan diberikan bantuan dari Kementerian Sosial sebesar Rp 15 Juta/orang,” ujar Ia.
Selain mengunjungi Rumah Singgah yang ada di Asrama Haji Palembang, Menteri Sosial juga mengunjungi Rumah Singgah yang ada di Panti Sosial Budi Daksa.
Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Sumsel, Belman Karmuda mengatakan, rumah singgah ini sengaja dibuat untuk mengevakuasi para korban bencana asap. “Bukan hanya di Asrama Haji, rumah singgah atau tempat evakuasi korban asap yang dibuat oleh Kementrian Sosial ini juga ada di Panti Sosial Budi Daksa Palembang,” tambah Belman.
Ia mengharapkan, para korban yang terkena akibat dari kabut asap ini dapat juga ke rumah singgah yang sudah dibuat agar bisa mendapatkan perawatan intensif. “Di rumah singgah juga ada kasur dan alat kesehatan yang disediakan untuk korban asap yang diharuskan oleh tim dokter untuk menginap. Jika kondisi mereka sudah baik, barulah mereka bisa pulang kerumah,” tandasnya. #osk/dil