Asap Makin Pekat, Penderita ISPA di Muba Capai 1.700 jiwa

13

Sekayu, BP
Kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Muba terus terjadi, bahkan saat ini merata di seluruh kecamatan yang ada. Kondisi ini membuat udara di Bumi Serasan Sekate makin tercemar asap yang membuat seluruh warga kesulitan untuk bernapas.

“Warga kami ini perlu masker untuk melindungi tubuh dari udara yang buruk karena asap. Bukan kami tidak mau atau tidak mampu membeli, tapi memang tidak ada jualnya masker apalagi di  daerah kami. Jadi, kami meminta bantuan masker,” ujar Kepala Desa Kepayang Kecamatan Bayung Lencir, Ibnu Hajar.
Dikatakan Ibnu, di Desa Kepayang terdapat 7.000 hektar lahan gambut dengan kedalaman maksimal hingga 7 meter. Untuk menghilangkan kabut asap di daerahnya akibat kebakaran hutan tersebut perlu upaya yang sangat besar. “Sekarang ini tidak usah saling menyalahkan, lebih baik kita bekerja melakukan pemadaman dan berupaya mencegah terjadinya korban akibat berbagai penyakit yang ditimbulkan olegh asap,” terang dia.

Baca Juga:  Tekankan Profesionalitas dan Integritas, Plt Bupati Beni Hernedi Serahkan SK CPNS

Kades Muara Medak Kecamatan Bayung Lencir, M Panjaitan, menyebut kabut asap terparah di Muba terjadi di desanya, bahkan jarak pandang pernah mencapai 10 meter akibat banyaknya titik api karena hutan dan lahan di daerah tersebut terbakar. “Kita akui desa kami merupakan wilayah terparah terjadinya kebakaran hutan dan lahan. Desa kami terkenal karena bencana ini, membuat masayrakat menderita karena kesulitan bernapas,” beber dia.
Lebih lanjut dia mengatakan, asap membuat 14.000 jiwa yang berada di Desa Muara Medak mengalami gangguan kesehatan. “Di desa kami  hanya ada empat orang pelayan kesehatan yang harus melayani lebih dari 14.000 orang. Balita dan adak kecil banyak menderita ISPA,” kata dia.#arf

Komentar Anda
Loading...