Kantor DPRD Sumsel Sepi
Palembang, BP
75 anggota DPRD Sumsel periode 2014-2019 mayoritas melakukan Kunjungan Kerja (Kunker), di kala kabut asap di Sumsel makin pekat.
Pantauan kantor wakil rakyat terhormat, Rabu (30/9), yang terletak di Jalan POM IX Kampus tersebut, tampak lengang seperti tidak bertuan.
Dimana komisi I melakukan Kunker ke kantor Direktorat Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (BAK) Kemendagri dalam rangka konsultasi tentang percepatan penerbitan Permendagri tentang batas daerah. Komisi II ke kantor Dinas Perindustrian dan Energi Provinsi DKI Jakarta, dalam rangka study komparatif terhadap penerapan teknologi hilirisasi industri.
Kemudian komisi III ke kantor Graha Sumsel PD Swarna Dwipa dan Lapangan Graha Sumsel di Jakarta dalam rangka membahas Raperda tenatang perubahan bentuk badan hukum Perusahaan Daerah (PD) menjadi Perseroan Terbatas (PT). Lalu, Komisi IV ke kantor pusat PT Riaryani untuk membahas permasalahan perizinan dan pendistribusian hasil pertambangan.
Sementara, Komisi V melakukan kunjungan ke Kantor Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI dalam rangka konsultasi tentang fungsi pengawasan perguruan tinggi swasta di Sumsel.
Namun sejumlah anggota DPRD Sumsel yang hendak kembali ke Palembang, karena pesawat yang akan ditumpangi terpaksa delay “tertunda” karena kabut asap yang parah melanda Provinsi Sumsel.
Dari status BBM sejumlah anggota Dewan terhormat itu, mereka menyampaikan keluhannya akibat kabut asap.
“Pesawat Delay dari Pagi…” tulis status anggota komisi I dari fraksi PAN Rusdi Tahar, Rabu (30/9).
“Palembang//Salam Asap delay sepanjangan,” pada status anggota Komisi II DPRD Sumsel dari fraksi NasDem, Meilinda.
“Asap’oohh’asap” yang disampaikan dalam status anggota DPRD komisi III dari fraksi PDIP Usman Effendi.#osk