Kemarau, Kolam Ikan Ikut Kering
Muaraenim, BP
Musim kemarau tahun ini lebih ekstrem jika dibandingkan tahun sebelumny. Baru dua bulan mengalami kemarau di tahun 2015 ini masyarakat yang sumber airnya menggunakan sumur mayoritas sudah mengalami kekurangan air baik yang berada di perkotaan maupun di pedesaan. Soalnya sumur-sumur warga suadah mengalami kekeringan,akibatnya warga terpaksa menggunakan air sungai sebagai tempat mencuci dan mandi. Selain kekurangan air bersih untuk mandi dan mencuci para pemilik usaha ikan juga mengalami kerugian karena tidak bisa memelihara ikan karena kolamnya juga mengalami kekeringan hingga tanahnya mengalami retak retak.
Burdani warga Muaraenim pemilik salah satu pemeliharaan ikan lele mengaku kalau kolamnya hampir sebulan kolamnnya mengalami kekeringan, akibatnya ikan lele yang belum layak jual terpaksa dijual cepat, karena takut ikan-ikan tersebut mati jika airnya terus berkurang, karena air sudah semakin berkurang ikan yang ada dalam kolamnya memang belum waktunya panen sehingga terpaksa dijual murah akibatnya mengalami kerugian yang cukup besar,tapi Pak Bur mengaku masih beruntung bisa dijual cepat, karena saat ini kolam semakin kering bahkan satu ,minggu terakhir kolam sudah benar-benar kering kerontang,” ujarnya sembari menunjukkan kolamnya yang mulai retak-retak.
Dikatakannya, seharusnya panen ikan lele dan ikan nila tersebut baru bisa dilakukan pada akhir September mendatang atau menjelang Idul Adha, namun karena kemarau panjang tahun ini rencana tersebut gagal, akibatnya kita menelan kerugian pakan dan ongkos pemeliharaan,awalnya untuk mengatasi kekurangan air kolam tersebut dicoba untuk mengalirkan air sumur ke dalam kolam, namun ternyata langkah tersebut tidak berhasil, karena kondisi sumur juga terjadi kekurangan,beruntng untuk urusan air bersih mandi dan cuci termasuk untuk masak dan minum air sumur masih cukuplah dan belum perlu pergi kesungai seperti warga lain,jelasnya. #nur