Pemprov Sumsel Pastikan Layanan Kesehatan Gratis Bagi Warga Terdampak Kabut Asap Karhutla

19

Palembang,BP-  Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel)Dr. H. Herman Deru meninjau langsung pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palembang, Selasa (13/10/2026). Dalam peninjauan tersebut, Herman Deru memastikan warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap mendapatkan pelayanan medis secara gratis.

Herman Deru menunjukkan keprihatinannya terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap, mulai dari keluhan sesak napas hingga iritasi mata. Ia turun langsung ke lapangan untuk memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan dan pelayanan kesehatan yang memadai tanpa dipungut biaya.

Peninjauan dilakukan di sejumlah titik pelayanan medis, di antaranya Posko Kesehatan Gratis di kawasan Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera) Palembang dan Puskesmas Sukarami.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan fasilitas pelayanan kesehatan tetap siaga dalam melayani masyarakat, termasuk mahasiswa yang berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan, seperti infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), akibat paparan kabut asap.

Baca Juga:  Tokonya Terbakar, Pemilik Toko Alat Bangunan di 24 Ilir Palembang Lapor Ke Polrestabes Palembang

Saat mengunjungi tenda Posko Kesehatan Gratis di Monpera, Herman Deru memantau secara langsung alur pemeriksaan pasien, ketersediaan logistik medis, hingga kesiapan alat pengukur saturasi oksigen. Ia juga berdialog dengan tenaga kesehatan dan warga yang sedang mengantre untuk mendapatkan pelayanan guna mendengar langsung keluhan yang mereka alami.

“Rata-rata apa yang diderita mereka?” tanya Herman Deru kepada petugas kesehatan di lokasi.

Petugas medis menjelaskan bahwa jumlah pasien yang datang berkisar 15 hingga 30 orang per hari. Keluhan yang paling banyak disampaikan meliputi pusing, batuk, sesak napas, serta mata perih dan berair akibat paparan kabut asap.

Menanggapi kondisi tersebut, Herman Deru menginstruksikan tim medis yang terdiri atas dokter, perawat, dan apoteker untuk memberikan perhatian ekstra kepada masyarakat yang membutuhkan penanganan kesehatan.

Baca Juga:  PKN  Dukung Pasangan Matahati di  di Pilgub Sumsel

“Maskernya dibantu, ya. Obat dia itu apa rata-rata? Ada obat tetes, ya?” ujar Herman Deru saat memastikan ketersediaan masker, obat-obatan, dan vitamin untuk membantu menangani gangguan pernapasan serta iritasi mata yang dialami warga.

Keprihatinan Herman Deru terhadap dampak kabut asap juga terlihat saat meninjau Puskesmas Sukarami. Di hadapan jajaran tenaga medis dan masyarakat, ia menekankan pentingnya peran fasilitas pelayanan kesehatan tingkat pertama dalam menangani dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat.

“Jadi, puskesmas di sini bukan menangani kebakarannya, tapi menangani dampaknya,” tegas Herman Deru.

Ia kembali menegaskan instruksinya agar seluruh pelayanan medis bagi masyarakat yang terdampak kabut asap diberikan secara gratis, tanpa membebani warga dengan biaya pengobatan.

“Pelayanan yang paling penting tidak dipungut biaya, kan? Dan instruksi saya, kan, tidak dipungut biaya,” lanjutnya.

Baca Juga:  Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Harapan dan Istri Ditetapkan Jadi Tersangka Penipuan

Sebagai bagian dari upaya penanganan secara menyeluruh, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mengoptimalkan koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota dan instansi terkait. Selain menyiagakan posko kesehatan darurat dan puskesmas, layanan siaga serta posko pengaduan karhutla juga dibuka untuk menerima laporan dan kebutuhan darurat masyarakat agar dapat ditindaklanjuti dengan cepat.

Di akhir peninjauannya, Herman Deru mengimbau masyarakat Sumatera Selatan untuk senantiasa menjaga kesehatan, membatasi aktivitas di luar ruangan, serta disiplin menggunakan masker selama kondisi kabut asap masih terjadi.

Ia juga meminta masyarakat agar tidak ragu mendatangi posko kesehatan terdekat apabila mulai merasakan gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap. Dengan demikian, masyarakat dapat segera memperoleh pemeriksaan dan penanganan medis yang diperlukan tanpa harus mengkhawatirkan biaya pengobatan.#udi

Komentar Anda
Loading...