ISPU Palembang Tembus 195, Pemkot Bagikan 16.500 Masker Gratis

4

Palembang,BP– Pemerintah Kota Palembang bergerak cepat menghadapi memburuknya kualitas udara akibat kabut asap dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sebanyak 16.500 lembar masker gratis dibagikan kepada masyarakat sebagai langkah perlindungan terhadap risiko gangguan kesehatan.

Pembagian masker dilakukan Senin (24/8/2026) pagi dan dipimpin langsung Wali Kota Palembang Ratu Dewa bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), di antaranya Komandan Kodim (Dandim) 0418/Palembang Kolonel Arh Erik Novianto, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Palembang Mohammad Nasir, Kapolrestabes Palembang Kombes Pol Sonny Mahar Budi Adityawan, serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Palembang.

Kegiatan pembagian masker dipusatkan di sejumlah titik yang menjadi lokasi padat aktivitas masyarakat dan kendaraan.

Baca Juga:  48,35% Energi Batubara Indonesia Berada di Sumsel

Di Simpang Charitas, sebanyak 2.000 masker dibagikan langsung oleh Wali Kota Palembang Ratu Dewa. Sementara di Simpang Lima Lampu Merah DPRD Sumsel, pembagian 2.000 masker dipimpin Asisten I Pemkot Palembang Sulaiman Amin.

Kemudian di Simpang Lampu Merah Flyover Polda Sumsel, sebanyak 2.000 masker dibagikan dengan dipimpin Asisten III Pemkot Palembang Ahmad Bastari Yusak.

Selain di tiga titik utama tersebut, Pemkot Palembang juga mendistribusikan masker kepada sejumlah instansi, masing-masing 500 lembar untuk Kejaksaan Negeri Palembang, Kodim 0418/Palembang, dan Polrestabes Palembang.

Bantuan masker juga disalurkan ke 18 kecamatan di Kota Palembang dengan jumlah masing-masing 500 lembar.

Pembagian masker ini dilakukan menyusul kondisi kualitas udara Palembang yang semakin mengkhawatirkan akibat kabut asap karhutla. Berdasarkan data Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU), kualitas udara Palembang pada Senin pagi tercatat berada di angka 195 atau masuk kategori tidak sehat.

Baca Juga:  Satgas TMMD Kodim Palembang Bangun 3 Pos Kamling di Pulokerto Gandus

Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengatakan, kabut asap yang menyelimuti Kota Palembang berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di sejumlah wilayah.

Menurutnya, dampak buruk kabut asap mulai terlihat pada sektor kesehatan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palembang, sejak 1 hingga 21 Agustus 2026 tercatat sebanyak 9.313 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

“Kami mengimbau masyarakat untuk lebih waspada, menjaga kesehatan, dan menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan,” ujar Ratu Dewa.

Baca Juga:  Pangdam II Sriwijaya Hadiri Pengukuhan Paskibraka Provinsi Sumsel

Ia juga telah meminta seluruh fasilitas kesehatan milik Pemerintah Kota Palembang untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi dampak kabut asap.

Masyarakat yang mengalami gangguan pernapasan diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan.

Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), ibu hamil, balita, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma, jantung, diabetes, dan tuberkulosis (TB) paru.

“Jika kondisi sudah darurat, segera mendapatkan pelayanan di rumah sakit,” tegasnya.

Selain sektor kesehatan, seluruh OPD terkait juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan dan mengambil langkah antisipasi agar dampak kabut asap terhadap masyarakat dapat diminimalkan.#udi

Komentar Anda
Loading...