
Palembang,BP- Insiden kebocoran pipa gas milik PT Pertamina (Persero) di wilayah Sungai Deras, Desa Talang Akar, Kecamatan Talang Ubi, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), tidak hanya memicu kepanikan warga, tetapi juga mendapat sorotan tajam dari kalangan legislatif daerah.
Wakil Ketua DPRD PALI, Firdaus Hasbullah, menyampaikan apresiasi atas gerak cepat tim gabungan yang turun ke lokasi untuk memadamkan api dan mengamankan area terdampak. Namun, menurutnya, penanganan darurat saja belum cukup untuk menjawab kekhawatiran masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi upaya tim di lapangan. Tapi ini tidak boleh berhenti pada penanganan sementara. Pertamina harus segera melakukan perbaikan menyeluruh dan mengganti pipa yang sudah rusak atau tidak layak. Jangan sampai kejadian seperti ini terulang,” katanya,Jumat (27/2/2026).
Firdaus menilai, insiden tersebut harus menjadi peringatan serius bagi pengelolaan infrastruktur migas di PALI. Ia menekankan pentingnya evaluasi total terhadap sistem perawatan dan pengawasan jaringan pipa, terlebih yang melintasi kawasan permukiman warga.
Menurutnya, keselamatan masyarakat tidak boleh dikompromikan, apalagi wilayah Sungai Deras dikenal cukup padat dengan aktivitas warga.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami tidak ingin ada korban atau dampak berkepanjangan akibat kelalaian teknis,” ujarnya.
Selain aspek teknis, Firdaus juga menyoroti dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan warga sekitar lokasi kebocoran. Ia meminta Pertamina segera menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak sebagai bentuk tanggung jawab sosial perusahaan.
“Kami minta Pertamina tidak menutup mata terhadap dampak yang dirasakan warga. Bantuan harus segera disalurkan bagi masyarakat yang terdampak langsung,” katanya.
Sebagai langkah konkret, DPRD PALI akan melayangkan surat resmi kepada manajemen Pertamina dan SKK Migas untuk meminta penjelasan menyeluruh. Termasuk di dalamnya terkait standar operasional prosedur (SOP) perawatan serta usia teknis pipa yang digunakan.
“Kita akan surati pihak Pertamina dan SKK Migas untuk meminta klarifikasi dan pertanggungjawaban. Ini menyangkut keselamatan publik,” tutupnya.
Kini, insiden kebocoran pipa gas tersebut menjadi perhatian serius masyarakat PALI. Warga berharap kejadian ini menjadi momentum evaluasi besar-besaran terhadap pengelolaan infrastruktur migas, bukan sekadar penanganan sementara yang dilupakan setelah situasi kembali kondusif.#udi