“Bedah Musik Daerah 2025″: Sumsel Gencarkan Pelestarian Melodi Tradisi Tradisional

43
Bedah Musik Daerah Sumatera Selatan 2025 bertema “Melodi Budaya, Irama Identitas”, deretan seniman, komunitas musik, dan pemangku kebijakan berkumpul di Bucin Cape Palembang, Rabu (10/12/2025).(BP/udi)

Palembang, BP– Upaya mengangkat dan memperkenalkan kembali kekayaan musik tradisional Sumatera Selatan terus digencarkan. Melalui kegiatan Bedah Musik Daerah Sumatera Selatan 2025 bertema “Melodi Budaya, Irama Identitas”, deretan seniman, komunitas musik, dan pemangku kebijakan berkumpul di Bucin Cape Palembang, Rabu (10/12/2025).

Kabid Dokumentasi dan Publikasi Budaya Disbudpar Sumsel, Vinita Citra Karini, SE, M.Si, menilai  musik tradisional bukan sekadar rangkaian bunyi, tetapi merupakan representasi nilai, filosofi, serta ekspresi kehidupan masyarakat Sumatera Selatan yang kaya akan keberagaman etnis dan tradisi.
“Provinsi Sumatera Selatan memiliki banyak seniman dengan karya-karya luar biasa, baik musik klasik maupun musik yang dikembangkan kembali. Bahkan beberapa lagu daerah kini sudah diputar di bandara. Ini bentuk apresiasi kami kepada para musisi,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Sumsel berkomitmen mendukung pelestarian budaya melalui program pembinaan, dokumentasi, revitalisasi, serta penyediaan ruang ekspresi bagi pelaku seni. Musik daerah juga dinilai memiliki potensi besar sebagai daya tarik pariwisata dan penggerak ekonomi kreatif.
Vinita juga mengapresiasi inisiatif Yayasan Seni Sosial dan Budaya Kawan Lamo yang berkolaborasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI.
Menurutnya, komunitas seni di Sumsel sangat banyak dan perlu dirangkul serta difasilitasi agar tetap hidup dan berkembang.
“Kami berharap kegiatan seperti ini dapat menjangkau lebih banyak generasi muda di berbagai daerah. Semoga hasil kajiannya menjadi referensi penting bagi akademisi, peneliti, dan lembaga kebudayaan dalam pelestarian musik tradisional ke depan,” tambahnya.
Ketua Umum Yayasan Kawan Lamo, Fitriansyah alias Mpit Bae, mengatakan bahwa gagasan kegiatan ini sudah lama dirancang dan akhirnya terwujud setelah pihaknya menggandeng Balai Pelestarian Kebudayaan.
“Banyak komunitas belum memahami musik daerah. Ini langkah awal untuk mengedukasi pelaku musik, baik senior maupun generasi baru, agar musik tradisional bisa kembali ‘blow up’, bukan hanya musik luar yang mendominasi,” tegasnya.
Musisi Wanda Lesmana yang turut hadir memberikan apresiasi besar terhadap acara ini. Ia mengungkapkan sedang merampungkan album berisi 11 lagu bertema Sumatera Selatan, termasuk “Rentak Palembang”, “Gindu” (karya Vebri Al Lintani), dan “Rumpak Rumpakan”.
“Album ini lahir dari keprihatinan melihat generasi muda yang mulai jauh dari lagu daerah,” ujarnya.
Diakhir acara di lakukan penyerahan piagam penghargaan dan cinderamata kepada perwakilan SMK Muhammadiyah II Palembang , Ketua Dewan Kesenian Palembang M Nasir dan Kabid Dokumentasi dan Publikasi Budaya Disbudpar Sumsel, Vinita Citra Karini, SE, M.Si.#udi
Baca Juga:  DPRD Sumsel Harapkan Pengawasan Di Laut Di Perketat
Komentar Anda
Loading...