Kehidupan dan Budaya Masyarakat Pinggiran Sungai Musi dalam Pementasan Pantomim

38
Sebanyak 30 pemain muda dari berbagai sekolah di Palembang menampilkan kreativitas terbaik mereka dalam Pementasan Pantomim “Musiku Musimu”, Minggu (23/11/2025) di Graha Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring Palembang. (BP/ist)

Palembang,BP- Sebanyak 30 pemain muda dari berbagai sekolah di Palembang menampilkan kreativitas terbaik mereka dalam Pementasan Pantomim “Musiku Musimu”, Minggu (23/11/2025) di Graha Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring Palembang.

Pertunjukan ini digarap oleh Palembang Mime Club bekerja sama dengan Blok E Art Company, serta berbagai kelompok teater pelajar seperti Teater Askuter SMK Muhammadiyah 1, Teater Terkam SMKN 6, Teater Satu Dua SMPN 12, dan sejumlah seniman muda lainnya.
Dalam kegiatan ini hadir ketua Dewan Kesenian Palembang M Nasir yang memberikan dukungan dalam setiap karya seni yang ditampilka di kota Palembang. Apalagi dimainkan oleh banyak generasi muda yang penuh talenta seperti halnya seni pantomim.
“Kita masih sangat jarang menyaksikan seni pantomim di mainkan. Padahari berkat pelatihan dan pembinaan Wak Dolah ke generasi muda, maka kita disuguhkan kembali pertunjukan yang jarang di lihat seperti pantomim ini. Semoga dapat mencetak bibit baru di dunia pantomim,” ujarnya.
Kegiatan ini juga di hadiri oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VI Sumatera Selatan yang diwakilkan oleh Dedy. Dalam sambutan dia mengajak melestarikan kebudayaam dan seni yang ada di Sumsel, termasuk seni pertunjukan.
“Melalui dukungan Dana Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemanjuan Kebudayaan setiap seni budaya dapat ditampilkan, berharap dapar menjadi dukungan seniman untuk berkarya. BPK terus berusaha membantu para seniman dan pemerhati seni budaya untuk mewujudkan pelestarian budaya di Sumsel,” jelasnya.
M Dandi Afriza selaku Ketua Pelaksana mengatakan kalau kegiatan ini terlaksana melalui Dukungan Dana Bantuan Pemerintah Fasilitasi Pemajuan Kebudayaan Tahun 2025.Mengusung tema Sungai Musi, pementasan ini menghadirkan cerita-cerita kehidupan masyarakat di pinggiran sungai melalui bahasa tubuh, gerak, dan ekspresi tanpa kata.
Para seniman muda seperti Saleh, Bebeg, Dedi Jordan, Sukma, dan Nasrulah turut memperkuat komposisi pertunjukan. Sementara itu, penggarapan musik dipercayakan kepada Randi dan Krismawan, visual dikerjakan oleh Rillo, serta tata panggung ditangani oleh Marta, Sonof, dan Koko. Pementasan ini diarahkan oleh sutradara Wak Dolah dengan supervisi Hasan.
 Kegiatan ini didukung juga oleh BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI)  Kota Palembang, Relawan Muda Peduli Nusantara (RMPN), LED Project, Revinda Sound, dan Jama Jama Project.
Dalam keterangannya, Wak Dolah menjelaskan bahwa pemilihan seni pantomim dan tema Sungai Musi bukan tanpa alasan. Menurutnya, Sungai Musi adalah nadi kehidupan masyarakat Palembang yang menyimpan banyak kisah dan kearifan lokal.
“Sungai Musi bukan hanya aliran air yang membelah Kota Palembang, tetapi juga menjadi saksi tumbuhnya budaya lokal, kebiasaan, dan dinamika sosial masyarakat. ‘Musiku Musimu’ kami hadirkan sebagai bentuk refleksi kehidupan masyarakat Musi melalui seni tanpa kata yang menyentuh dan mendalam,” ujar Wak Dolah.
Wak Dolah Menambahkan kalau pementasan ini juga bertujuan memperkenalkan budaya dan tradisi masyarakat Musi kepada khalayak luas, meningkatkan apresiasi terhadap seni pantomim sebagai media ekspresi budaya, serta mendorong generasi muda untuk terlibat dalam pelestarian kearifan lokal. Kehadiran para pelajar tingkat SD, SMP, dan SMK dalam pementasan ini menjadi bukti bahwa seni pertunjukan dapat menjadi ruang kreatif yang inklusif dan edukatif.
“Melalui pementasan ini, kami berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga budaya lokal, serta menginspirasi lahirnya kegiatan serupa di berbagai daerah. Pertunjukan ini juga menjadi sarana edukasi budaya yang menyajikan hiburan sekaligus pengetahuan mengenai kehidupan masyarakat di sepanjang Sungai Musi,” tutupnya di akhir acara.
Dengan keberagaman tampilan seni dan kolaborasi para seniman muda, Musiku Musimu menjadi upaya nyata memperkuat identitas budaya Palembang sekaligus mendorong apresiasi masyarakat terhadap seni pertunjukan tradisional maupun kontemporer.#udi

Baca Juga:  DPR Minta Pemerintah Waspada Terhadap Manuver Freeport
Komentar Anda
Loading...