Seleksi Dirut PDAM Tirta Musi Harus Bebas Intervensi Politik

85
BP/ISTPengamat sosial , Bagindo Togar BB

Palembang,BP- Pengamat sosial dan politik Sumatera Selatan (Sumsel) Bagindo Togar BB, menyoroti tajam proses seleksi calon Direktur Utama (Dirut) dan Direktur Umum (Dirum) Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Musi Palembang.

Bagindo menegaskan bahwa tahapan seleksi yang tengah berlangsung harus benar-benar bersih dari intervensi politik, pejabat, maupun kepentingan pribadi, karena menyangkut hajat hidup masyarakat Palembang dalam pemenuhan kebutuhan air bersih.
Menurutnya, Wali Kota Palembang selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) harus tampil sebagai komando tertinggi dan memastikan seluruh keputusan diambil secara profesional dan objektif.
“Penilaian terhadap calon direksi PDAM ini harus tetap dikomandoi oleh Wali Kota. Tidak boleh ada kekuatan lain—baik dari unsur politik maupun pejabat tertentu—yang mencoba mempengaruhi hasil seleksi. Ini bukan ajang politik, tapi menyangkut pengelolaan badan usaha milik pemerintah,” kata Bagindo,Kamis (6/11/2025).
Ia menekankan, PDAM Tirta Musi bukanlah lembaga politik atau tempat kompromi jabatan, melainkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang berperan vital dalam pelayanan publik. Karena itu, calon pemimpin PDAM harus memiliki rekam jejak kuat dalam manajemen BUMD atau lembaga publik, bukan sekadar kedekatan dengan pihak berkuasa.
“Utamakan yang punya portofolio, profesional, dan pengalaman nyata dalam manajemen badan usaha milik pemerintah. Jangan ada titipan, jangan coba-coba intervensi!” ujarnya.
Lebih lanjut, Bagindo menyoroti pentingnya kapasitas, kapabilitas, dan integritas calon pimpinan PDAM. Kriteria tersebut, katanya, merupakan syarat mutlak agar ke depan PDAM tidak kembali terjebak dalam masa kelam seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Pilih orang yang kompeten, akuntabel, dan punya intelektualitas baik. Minimal punya pengalaman akademis dari perguruan tinggi kredibel dan rekam jejak profesional di bidang manajemen publik,” jelasnya.
Bagindo juga mengingatkan Tim Seleksi (Timsel) agar benar-benar berpegang pada prinsip objektivitas dalam setiap tahapan seleksi. Ia menolak keras adanya tekanan atau arahan dari pihak mana pun.
“Sekarang ini waktunya kita bicara objektif. Siapa yang hasil seleksi terbaik, itulah yang layak dipilih. Jangan ada intervensi politik atau kedekatan pribadi yang mencemari proses seleksi,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengalaman masa lalu harus menjadi cermin agar kesalahan tidak terulang.
“PDAM Tirta Musi pernah melewati masa sulit ketika unsur politik ikut campur. Saat itu pelayanan menurun, masyarakat menjadi korban, dan citra PDAM rusak. Apakah kita mau kembali ke masa itu? Tentu tidak,” kata Bagindo.
Menurutnya, bila pemilihan kali ini kembali terjebak dalam kepentingan politik, maka taruhannya sangat besar: kepentingan masyarakat Palembang sebagai pengguna layanan air bersih.
“Kalau salah memilih orang, dampaknya langsung dirasakan rakyat. Air adalah kebutuhan dasar. Jangan main-main dengan ini,” tegasnya.
Bagindo pun berpesan kepada Wali Kota Palembang agar tegas dan independen dalam mengambil keputusan akhir. Sebagai KPM, Wali Kota memiliki otoritas penuh menentukan arah kepemimpinan PDAM hingga tahun 2029 mendatang.
“Wali Kota harus berani menolak intervensi dari mana pun. Beliau adalah pemegang otoritas tertinggi, dan keputusan harus berdasarkan integritas, bukan tekanan,” ujarnya.
Bagindo menegaskan kembali bahwa PDAM Tirta Musi adalah badan usaha milik daerah, bukan alat politik siapa pun. Ia berharap hasil seleksi kali ini benar-benar melahirkan figur yang profesional, berpengalaman, dan mampu membawa PDAM Tirta Musi menjadi perusahaan daerah yang modern serta berdaya saing tinggi.
“Kalau ini dijalankan profesional, Palembang akan punya PDAM yang kuat, transparan, dan dipercaya masyarakat. Tapi kalau masih ada intervensi, bersiaplah—rakyatlah yang akan jadi korban,” katanya.
Sebelumnya, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyatakan harapannya agar Dirut PDAM Tirta Musi ke depan mampu membawa BUMD tersebut menjadi lebih baik dan profesional.
Ratu Dewa bersama Panitia Seleksi (Pansel) memimpin langsung uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Dirut dan Dirum PDAM Tirta Musi Palembang pada Selasa (4/11/2025).
“Sudah ada nama-nama yang diberikan dan kami lakukan wawancara untuk melihat portofolio, misi, serta program calon. Kami ingin tahu visi mereka untuk kemajuan PDAM ke depan,” ujar Ratu Dewa.
Diketahui, terdapat tiga calon Dirut PDAM Tirta Musi Palembang, yakni Muhammad Azharuddin, Oka Wiryadi Kurniawan, dan Teddy Andriansyah.#udi
Baca Juga:  Peringatan Maulid Nabi Korem Gapo
Komentar Anda
Loading...