Pengamat : Gibran Gagal Jadi Ikon Politik Muda Indonesia

94

 

Pengamat politik Arianto (BP/ist)

Jakarta, BP- Paska satu tahun kepemimpinan Presden Prabowo Subianto dan Wakil Predisden Gibran Rakabuming Rakabdi negara RI mendapat sorotan kuat di kalangan pengamat politik. Terkhusus Wapres Gibran, dinilai gagal menjadi ikon anak muda yang tadinya sangat diharapkan mampu mewakili terutama menyuarakan aspirasi dalam eksekutif. Harapan itu pupus minimal sejak satu tahun dilantiknya putra Jokowi ini sebagai aapees termuda dalam sejarah bangsa Indonesia.

Pengamat politik Arianto menilai tadinya kehadiran Gibran sangat diharapkan dan ekspektasi anak muda sangat tinggi sebagai jelmaan untuk membawa gagasan dalam lingkaran istana tentunya.

Baca Juga:  Seafood Demang Hadir di Palembang, Menawarkan Menu Tradisional dan Laut Segar Mulai 20 Desember 2024

“Sosok anak muda yang tadinya sangat diharapkan anak muda di Indonesia mampu berkiprah banyak ternyata di luar ekspektasi sebagai regenerasi pembaruan. Ikon hadirnya Gibran tadinya banyak menaruh harapan bisa menjadi ikon dalam kekuasaan ternyata indah kabar dari rupa,” terang Direktur Lembaga Survei Nasional Lembaga Kajian Publik Independen ( LKPI ) ini, Selasa (21/10/2025).

Pria yang juga merupakan pengurus Perkumpulan Survei Opini Publik Indonesia ( PEREEPI) ini mengatakan, ada dua faktor yang membuat Gibran menjadi gamang di mata generasi muda. Persepsi generasi muda bahwa Gibran merupakan penerus politik kekuasaan dinasti dari orang tuanya ( Jokowidodo ). Kemudian , Gibran sebagai wajah baru politik muda yang diharapkan progresif dalam menyuarakan aspirasi pemuda.

Baca Juga:  HUT Kota Palembang Itu Harusnya 16 Juni………

“Dari dua persepsi itu membuat Gibran berada dalam dua lingkaran dunia kekuasaan yang berbeda. Sisi pertama, generasi Muda sudah kecewa karena tadinya figur Gibran di tampuk puncak kekuasaan sangat di ekpetaso bisa mewakili generasi muda dan ternyata tidak bisa,” katanya.

Sedangkan di sisi kedua, Gibran disimbolkan sebagai penerus generasi kekuasaan yang tentunya saat ini bayak persepsi di mata publik.

Baca Juga:  Ini Penjelasan LAPAN Terkait Fenomena Alam Aphelion Yang Sebabkan Suhu Dingin

“Dua persepsi di atas membuat arah langkah Gibran sulit terbaca dengan jelas. Hal ini membuat Gibran gamang dan pada akhirnya generasi muda menilai Gibran tidak berhasil mewakili aspirasi mereka di puncak kekuasaan.

Pada waktu ada protes besar besaran dari mahasiswa, Gibran harus tampil karena dia sangat diharapkan bisa menjawab dan mencari solusi dari kalangan generasi muda. ( mahasiswa).Itu salah satu contoh saja dan masih ada lagi program lainnya yang seharusnya Gibran bisa tampil mewakili generasi muda,”kara  lulusan terbaik ilmu politik ini.#udi

Komentar Anda
Loading...