Palembang, BP– Ketua Komisi IV DPRD Sumatera Selatan (Sumsel), M. Yansuri, menyoroti rencana pemerintah provinsi yang dikabarkan akan membangun masjid baru di kawasan Kramasan.
Yansuri mengatakan bahwa dirinya mendengar kabar adanya rencana pembangunan masjid baru di atas tanah timbunan milik Pemerintah Provinsi Sumsel di kawasan Kramasan tersebut.
Ia menilai, sebaiknya pemerintah fokus melanjutkan kembali pembangunan Masjid Raya Sriwijaya yang pernah digagas pada masa kepemimpinan mantan Gubernur Sumsel, H. Alex Noerdin.
“Soal tanah timbunan milik Pemprov di Kramasan itu kabarnya akan dibangun masjid. Tapi saya lihat di anggaran tidak ada. Kalau nanti ada, tentu akan kami bahas dan kami sarankan agar tidak perlu membangun baru, tapi melanjutkan saja pembangunan Masjid Raya Sriwijaya,” ujar Yansuri, Sabtu (11/10/2025).
Politisi Partai Golkar ini menegaskan, secara logika dan efisiensi, melanjutkan pembangunan Masjid Raya Sriwijaya jauh lebih masuk akal dibanding membangun masjid baru di lokasi lain. Apalagi, proyek masjid kebanggaan masyarakat Sumsel itu sudah menelan biaya besar dan sempat menjadi perhatian nasional karena adanya kasus hukum yang menjerat sejumlah pihak.
“ Karena di Masjid Sriwijaya itu sudah masuk berapa duit, sudah beberapa orang menjadi korban,, orangnya sudah tertangkap dan ditahan dan sudah final dan mengikat “katanya.
Kalaupun menurutnya ada sengketa hukum seperti lahan di Masjid Sriwijaya bisa di lihat benar atau tidak alas hukumnya.
Lebih lanjut, Yansuri menilai pembangunan Masjid Raya Sriwijaya masih sangat potensial untuk diteruskan. Lokasinya yang strategis dan berdekatan dengan kampus UIN Raden Fatah Palembang dinilai bisa menjadi kawasan religius terpadu yang bermanfaat bagi masyarakat dan dunia pendidikan.
“Masjid Sriwijaya itu bisa terkoneksi dengan UIN Raden Fatah. Di sekitar sana juga sudah banyak pemukiman masyarakat,” ujarnya.
Yansuri juga mengingat kembali masa ketika proyek Masjid Raya Sriwijaya pertama kali diperkenalkan oleh Gubernur Alex Noerdin. Saat itu, proyek ini digadang-gadang akan menjadi masjid terbesar dan termegah di Asia Tenggara, dengan desain megah dan konsep kawasan islami terpadu.
“Saya masih ingat waktu Pak Alex memaparkan rencana itu di berbagai acara. Katanya akan jadi yang terbesar dan terbagus di Asia Tenggara. Waktu itu saya juga ikut di Badan Anggaran (Banggar) dan sempat menyetujui perencanaan awalnya karena memang visinya besar,” katanya.#udi