PDIP Sumsel Gelar Haul ke-55 Bung Karno dengan Ceramah Agama, Giri Ajak Masyarakat Ingat Perjuangan Bung Karno

42
Dalam rangka memperingati haul 55 Tahun Bung Karno 21 Juni 1970- 21Juni 2025 DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar ceramah agama di Masjid Al Rai”yah DPRD Sumsel dengan penceramah oleh Ketua PW NU Sumsel KH Hendra Zainuddin Al Qodiri.(BP/udi)

Palembang, BP– Dalam rangka memperingati haul 55 Tahun Bung Karno 21 Juni 1970- 21Juni 2025,  DPD PDI Perjuangan Sumatera Selatan (Sumsel) menggelar ceramah agama di Masjid Al Rai”yah DPRD Sumsel dengan penceramah oleh Ketua PW NU Sumsel KH Hendra Zainuddin Al Qodiri, Minggu (21/6/2025) sore.

Hadir pula Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel HM Giri Ramandha N. Kiemas,  Sekretaris DPD PDI Perjuangan Sumsel Ilyas Panji Alam, Bendahara DPD PDI Perjuangan Sumsel Yuda Rinaldi, jajaran pengurus dan kader PDI Perjuangan se-Sumsel.
Acara juga di selingi dengan pembacaan surah yasin dipimpin Fauzi Sag dan zikir serta doa bersama.
Ketua DPD PDI Perjuangan Sumsel yang juga anggota DPR RI  HM Giri Ramandha N. Kiemas mengatakan acara ini menjadi pengingat perjuangan Bung Karno yang harus di ingat oleh masyarakat Indonesia.
“Peringatan Haul ke-55 Bung Karno ini kita selenggarakan bukan hanya sebagai bentuk penghormatan dan rasa syukur atas jasa-jasa beliau yang tak terhingga,” ujar Giri.
Lebih dari itu, menurutnya acara yang penuh dengan nuansa spiritual dan kebangsaan ini merupakan pengingat yang sangat penting bagi kita semua, masyarakat Indonesia, khususnya generasi penerus, akan nilai-nilai perjuangan yang diwariskan Sang Proklamator.
Sedangkan penceramah oleh Ketua PW NU Sumsel KH Hendra Zainuddin  Al Qodiri menyoroti sisi spiritual dan keteladanan Bung Karno, menghubungkannya dengan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Menurutnya Bung Karno, dengan segala kebesarannya, tetaplah seorang hamba yang taat dengan Allah SWT dan mencintai Rasulullah SAW.
KH Hendra juga mengisahkan keteguhan Bung Karno dalam memenuhi permintaan spiritual.
“Ada kisah menarik ketika Bung Karno meminta bantuan Pemimpin Uni Soviet untuk mencari makam Imam Bukhari, ahli hadis terkemuka. Saat itu, Uni Soviet adalah negara yang sangat sekuler dan kurang mengenal tokoh-tokoh agama Islam. Permintaan itu bukan perkara mudah, bahkan mungkin dianggap aneh oleh pemimpin Soviet. Namun, karena kesungguhan Bung Karno dan izin Allah SWT, akhirnya makam Imam Bukhari yang sebelumnya kurang terurus, berhasil ditemukan. Kini, makam mulia itu di Samarkand (Uzbekistan, bekas wilayah Soviet – pen) menjadi salah satu tempat ziarah penting umat Islam sedunia. Ini menunjukkan keteguhan Bung Karno dalam menghargai warisan keilmuan Islam.”
Dia  kemudian menghubungkan semangat Bung Karno dengan pengabdiannya.
“Seperti sabda Nabi Muhammad SAW ‘Ummati, ummati, ummati’ (umatku) di akhir hayatnya, Bung Karno juga senantiasa memikirkan ‘rakyat dan bangsa’. Kebahagiaan tertingginya, sebagaimana sering beliau katakan, adalah ‘mengabdi kepada Tuhan, kepada tanah air, dan kepada bangsa’. Inilah teladan utama: keikhlasan dalam pengabdian. Bung Karno menjadi besar bukan karena ingin dianggap hebat, tapi karena keikhlasannya berjuang untuk rakyat dan bangsa,”katanya.
Apalagi menurutnya,  setiap zaman memiliki pemimpinnya, dan Bung Karno adalah pemimpin yang dibutuhkan zamannya dengan karisma dan orasinya yang membangkitkan semangat dari Aceh hingga Papua.
“Melalui haul ini, kita diajak untuk merefleksikan kembali sosok dan perjuangan Bung Karno. PDIP Sumsel patut diapresiasi karena telah membangkitkan ‘ruh’ dan nilai-nilai Bung Karno melalui acara yang penuh makna spiritual dan kebangsaan ini. Inilah esensi haul: mengenang jasa, mengambil teladan, dan menghidupkan semangat perjuangan beliau untuk kemajuan Indonesia.” Kata Hendra.
Ketua Panitia, Istiwan alias Iwan Impaz, sempat membacakan sejarah perjuangan Bung Karno .
Dia juga  berterima kasih kepada semua pihak yang mensukseskan acara ini.#udi
Baca Juga:  Mendagri Segera Pulihkan Posisi 8 Pejabat Pemko
Komentar Anda
Loading...