Barang Arkeologi Dari Sumsel Dipindahkan Ke Cibinong,  Kadisbupar Sumsel”  “Saya Selaku Kadisbudpar dan Sebagai Ketua TACB Protes Keras ,”

2,713
BP/udi
PKepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel Aufa Syahrizal., SP, M.Sc

Palembang, BP- Pemindahan ratusan barang artefak dan barang arkeologi dari kantor Brin Sumsel ( dulu bekas kantor Balai Arkeologi Sumsel) yang terletak di Jalan Kancil Putih Palembang ke Cibinong, Jumat (7/6) siang menjadi polemic lantaran tidak melakukan koordinasi dengan pihak terkait di Sumsel.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Sumsel Aufa Syahrizal Sarkomi  mengaku oihaknya sama sekali tidak mendapat informasi tersebut.

Baca Juga:  Polda Sumsel Berangkatkan 100 Personel Satbrimob ke Papua 

“Artinya tidak ada koordinasi sebelumnya,” kata Aufa, Sabtu (8/6).

Pihaknya sendiri  siap menampung peninggalan benda-benda arkeolog yang memang  memiliki sejarah Sumsel termasuk barang -barang  hibah dari masyarakat saja.

“Kita fasilitasi dan disiapkan ruangan khusus di Museum Balaputra Dewa dan dan Museum TPKS. Saya sudah menghubungi pihak BRIN. Untuk mengembalikan benda –benda  tersebut.Kalaupun ada rencana untuk mengumpulkan semua temuan di Indonesia di satu tempat di Balai Arkeologi Cibinong..itu cukup replikanya saja,” katanya.

Baca Juga:  Ibu dan Anak di Banyuasin Tewas Terluka

Dan yang  barang yang asli menurutnya harus tetap di simpan di Museum yang ada si Sumsel.

“Saya selaku Kadisbudpar dan sekaligus sebagai Ketua TACB Sumsel sudah protes keras ke Pak Kristanto sebagai Kepala Balai Pelestatian Budaya Wilayah VL Sumsel  dan akan saya tindak lanjuti dengan surat  kepada Disrektur PCBM di Kemendikbud Riset ,” katanya.

Baca Juga:  Menggali Pendapatan Daerah dengan Kreativitas

Intinya ditegaskan Aupa apa yg dilakukan oleh pihak BRIN, tanpa koordinasi  terlebih dulu dengan  Disbudpar Sumsel sebagai bagian dari  Pemerintah  Sumsel.#udi

Komentar Anda
Loading...