Dr Dedi Irwanto MA: “Kebudayaan Harus Jadi Prioritas  Bagi Para Capres”

33
Dr. Dedi Irwanto, M.A. meraih penghargaan dalam bidang  sejarah dan budaya sebagai tokoh pemerhati dan penggali sejarah dalam  Festival Panti Asuhan 2022 oleh Pandu Tani Indonesia (Patani)  Sumatera Selatan (Sumsel) di Transmart Palembang City Center di Jalan Radial Kel 26 Ilir Kec. Bukit Kecil Palembang, Minggu (17/4).(BP/IST).

Palembang, BP- Terkait pembangunan kebudayaan saat ini di Indonesia termasuk di Sumatera Selatan (Sumsel), sejarawan Sumsel Dr. Dedi Irwanto, M.A menilai pada masa pemerintahan saat ini.
“Menurut hemat saya pembangunan kebudayaan sudah berjalan dengan baik. Dengan dana abadi kebudayaan dalam bentuk program Indonesiana. Beberapa komunitas dan penggiat kebudayaan mendapat hibah pendanaan besar untuk mendukung fasilitasi kegiatan bidang kebudayaan. Termasuk dukungan institusional organisasi kebudayaan, pendayagunaan ruang publik kebudayaan, dokumentasi karya dan maestro budaya, kajian opk, serta beasiswa pelaku budaya,” katanya, Senin (5/2).
UU perlindungan kebudayaan ini menurutnya juga banyak ditujukan untuk berbagai pelestarian objek pemajuan kebudayaan (OPK). Termasuk pembentukan dewan kebudayaan di tingkat provinsi, dewan kesenian, dan tim ahli cagar budaya (TACB).

Baca Juga:  Puluhan Kades di Banyuasin Silaturahmi Dengan Bacagub Heri Amalindo

“Namun dalam pengamatan saya berbagai gerak fasilitasi dan perlindungan budaya ini. Kadang tidak merata antar daerah. Salah satu contoh di provinsi sumsel saat ini. UU pemajuan kebudayaan, belum diejawantakan menjadi perda, sehingga sampai saat ini dewan kebudayaan yang diamanatkan oleh UU pemajuan kebudayaan tersebut tidak diwujudkan di Sumsel.

Termasuk TACB di Sumsel dan kota Palembang yang mestinya mandiri dan independen, baik dari segi kerja maupun pendanaan masih dilekatkan ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudar) Provinsi Sumsel dan Dinas Kebudayaan (Disbud) kota Palembang termasuk TACB Kabupaten dan kota di Sumsel . Sehingga TACB harusnya maksimal mensertifikasikan situs dan gedung menjadi Benda Cagar Budaya (BCB) , kerjanya masih minimalis,” kata dosen Universitas Sriwijaya (Unsri) ini.

Baca Juga:  Penerima Beasiswa GenZakat Terbit Ikuti Kelas Pembinaan

Untuk calon Presiden (Capres) yang ada saat dia menilai pemerataan pembangunan untuk pemajuan kebudayaan harus segera diambil langkah langkah strategisnya oleh para capres ini jika terpilih. Sehingga berbagai upaya pemajuan kebudayaan di berbagai pelosok negeri dapat dilaksanakan dengan baik. Termasuk di provinsi sumsel dan kota Palembang.

“Pembangunan budaya ini sangat penting. Karena tanpa pembangunan budaya apapun bentuk pembangunan fisik dan ekonomi akan selalu gagal. Oleh karenanya, dalam debat malam ini yang berkenalan dengan tema budaya. Kita akan melihat siapa calon yang memihak pembangunan budaya. Paslon itulah yang harus dipilih oleh para penggiat budaya dan sejarah,” katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...