TACB Kota Palembang Periode 2023-2026 Resmi Dilantik Pj Walikota

189
Pj Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Msi melantik tujuh orang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang periode 2023-2026, di rumah Dinas Wali Kota Palembang (Jl. Tasik No.1 Palembang), Jumat (29/9).(BP/IST)

Palembang, BP- Pj Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Msi melantik tujuh orang Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Palembang periode 2023-2026, di rumah Dinas Wali Kota Palembang (Jl. Tasik No.1 Palembang), Jumat (29/9).

Mereka yang dilantik adalah Dr. Wahyu Rizky Andhifani, S.S., M.M.(Ketua), Ar. Evy Apriani, S.T., M.Si., IAI (Sekretaris), Kemas Abdul Rachman Panji, S.Pd., M.Si. (Anggota), Nyimas Ulfah Aryeni, S.S., M.Si (Anggota), Dr. Jumanah, S.H., M.H (Anggota) , Wanda Lesmana, S.Pd., M.Pd (Anggota) dan Muhammad Iqbal, S.H.

Pj Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Msi mengatakan, kalau kota Palembang adalah salah satu kota tertua yang kini  berumur 1340 .

“ Cukup banyak tugas berat tim ini , beban berat ini akan terasa ringan jika kita bersinergi  bersama dengan forkompinda, yakin dan percayalah  tugas berat ini akan menjadi ringan ,” katanya.

Namun menurut Ratu Dewa , ada beberapa catatan penting , karena ini mengalami kevakuman dari tim ahli cagar budaya , pertama tugas berat itu harus dimulai dengan  perencanaan yang matang dalam konteks konsolidasi organisasi  tim ahli cagar budaya itu sendiri.

Baca Juga:  Pelataran Masjid Agung Lautan Koran

“ Maka dari itu pembelajaran yang harus di dapat , harus banyak-banyak karena kita adalah kota tertua , dan banyak juga hal dari sisi pendokumentasian , tidak hanya dalam bentuk fisik  tetapi surat-surat penting juga cukup banyak , kami tahu persis situs  juga museum yang ada di Palembang ini cukup  banyak, “ katanya.

Karena itu menurut Ratu Dewa, pihaknya  berharap fasilitasi yang diberikan Dinas Kebudayaan kota  Palembang pihaknya akan support penuh  sehingga nilai-nilai sejarah kota Palembang  ini bisa terdokumentasikan dengan baik  dan akan menjadi warisan anak cucu kita di masa akan datang.

“Dan yang berkaitan dengan penyimpanan , tidak hanya penyimpanan dalam bentuk dokumen  tapi situs-situs kita juga , waktu itu saya pernah ke Jakarta  masuk museum nasional ternyata  cukup banyak situs dan nilai-nilai sejarah  di kota Palembang , karena kita adalah kota tertua,” katanya.

Yang penting karena saat ini sudah masuk era digitalisasi  menurutnya desiminasi informasi yang dikembangkan juga melalui pendekatan demikian termasuk pendokumenan dan pengarsipan.

Baca Juga:  Baksos Zuriat Palembang Darussalam Peduli Dengan Sesama

“ Dengan pendekatan itu , Insya Allah akan menjadi database sesuai dengan tuntutan zaman kita dengan pembuatan data yang benar-benar valid  sehingga menjadi data yang bisa di akses oleh masyarakat secara luas kedepan,” katanya.

 

Ketua TACB kota Palembang Dr. Wahyu Rizky Andhifani, S.S., M.M mengatakan, kerja pertama yang akan dilakukan dengan melakukan kordinasi  baik dengan Dinas terkait dan dengan teman-teman TACB dan sambil menunggu hasil rekap dari pendataan cagar budaya yang ada di kota Palembang dan baru setelah itu pihaknya bisa berkerja.

“ Selain Pasar Cinde yang sudah di jadikan cagar budaya menurutnya  banyak  yang bisa dijadikan Cagar Budaya seperti Jembatan Ampera, BKB, Masjid Agung dan Museum SMB II,” katanya.

Terkait lamanya belum ditetapkan sebagai cagar budaya bangunan yang diduga cagar budaya di kota Palembang, Wahyu menilai ada masalah tekhnis , ada beberapa yang mungkin datanya kurang lengkap .

Baca Juga:  Kisah Mata Uang Berlaku di Sumsel Bakal di Jadikan Buku Oleh Museum Negeri Sumsel

“ Saya juga enggak tahu problem yang lalu seperti apa , tapi  untuk tahun sekarang nanti , mungkin dalam satu minggu ini kita baru bisa berkerja karena diruang lingkup itu  harus didahulukan termasuk rumah kapiten di seberang, makanya nanti saya ingin tahu data dari teman-teman , data dari lapangan yang diterima dan nanti akan coba di olah lagi ,” katanya.

Sedangkan Kepala Dinas Kebudayaan kota Palembang Agus Rizal menilai pelantikan TACB ini merupakan  langkah penting dalam menjaga, melestarikan dan mengembangkan  kekayaan budaya di kota Palembang.

“ Kami sadar menjaga cagar budaya bukanlah tugas yang mudah , TACB akan dihadapkan dengan berbagai tantangan  seperti pemeliharaan yang mahal, kurang kesadaran masyarakat arti penting cagar budaya dan lingkungan yang terdampak pada warisan budaya, kami berharap dukungan dari  pemerintah , akademisi dan masyarakat sebagai komitmen untuk mendukung pelestarian cagar budaya yang ada  di kota Palembang,” katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...