Event Bentang Jawa 2023, Goweser Smanta Wakili Sumsel

469

PALEMBANG, BP – Pesepeda alias goweser asal komunitas Smanta (SMA Negeri 3 Palembang) Gowes, Cikmit Irawan akan mewakili Sumatera Selatan (Sumsel) dalam event petualangan sepeda jarak jauh bergengsi di tanah air yakni Bentang Jawa yang  digelar 15-19 Agustus 2023 mendatang.

 

Untuk diketahui, peserta event ini diwajibkan menaklukkan rute sepanjang 1.500 KM dengan 16.000 meter elevation gain yang harus ditempuh dalam waktu 156 jam melintasi lima provinsi di Pulau Jawa. Sumsel sendiri di ajang  mengirimkan satu wakilnya yakni Cikmit Irawan  dari komunitas Smanta Gowes Palembang, dan sudah cukup dikenal di kalangan goweser di Sumsel.

 

Cikmit Irawan  mengaku sudah sering sering turun di ajang dalam event serupa, seperti event Grand Fondo Danau Ranau, di Pagar Alam, Gunung Salak hingga bersepeda dari Jakarta – Bandung, maupun ajang serupa lainnya.

 

Diusianya yang  tak lagi berusia muda,  ayah dari dua orang anak ini tetap memiliki semangat dan motivasi tinggi sehingga  mampu masuk menjadi 100 peserta Bentang Jawa 2023 menyisihkan ratusan peserta lain yang mendaftar.

 

Cikmit mengungkapkan, sebelum mendaftar Bentang Jawa, dirinya  bersama rekannya dari Smanta Gowes melakukan persiapan dengan menempuh rute hingga Pelabuhan Tanjung Api-Api ataupun Palenbang – Kayu Agung PP.

Baca Juga:  Tim Percepatan Wisata Halal Mulai Jaring Kontestan Kompetisi

 

“Meskipun bersifat lomba dan sering dianggap sebagai yang tersulit atau paling menantang, namun sebenarnya rute Bentang Jawa dipersiapkan, agar peserta  menikmati petualangan dan eksplorasi dalam bersepeda. Walau memang saat seleksi  peserta diharapkan sudah terbiasa dan seering bersepeda dengan jarak kurang dari 150 kilometer dan/atau dalam satu pekan terbiasa menempuh jarak lebih dari 250 kilometer,” kata Cikmit, Jumat (23/6/2023).

 

Menurutnya, dalam perlombaan nanti  seluruh peserta  dilarang mendapatkan bantuan dari pihak lain, seperti pengawalan di jalan raya ataupun menerima makan/minum dari pihak asing.

“Bentang Jawa menerapkan prinsip kesetaraan, jadi bersepeda mandiri atau unsupported ride artinya pesepeda harus mengandalkan diri sendiri untuk  menyelesaikan rute Bentang Jawa,” ucap alumnus Smanta tahun 1992 ini.

 

Lalu seluruh kebutuhan pesepeda baik baju, peralatan cadangan, air, makanan, obat dan lainya harus dibawa sendiri  pesepeda sejak lomba dimulai atau dibeli dalam perjalanan. Walaupun tidak dipungkiri dalam prakteknya interaksi dengan penduduk lokal atau kenalan masih mungkin ada dalam menerima bantuan apapun dari pihak manapun, hanya saja prinsip dasar kemandirian dan kesetaraan tetap menjadi yang utama.

Baca Juga:  Raffi-Nagita, Kartika Putri Promosikan Wonderful Indonesia, Siapa Nyusul?

 

“Kita pun tidak boleh dikawal, karena walaupun tidak ada kontak dan bantuan fisik, namun hal seperti itu bisa dianggap seperti bantuan moral dan dapat mempengaruhi kita mengambil keputusan di perjalanan,” katanya yang berprofesi wiraswasta ini.

 

Sementara itu, Ketua Smanta Gowes Yovira Dewi  bangga dengan pencapaian Cikmit Irawan yang  lolos  menjadi peserta Bentang Jawa 2023, mengingat peserta yang mendaftar event ini cukup banyak.

 

“Mungkin bisa mencapai seribu goweser namun hanya diambil 100 orang. Kami berterima kasih kepada komunitas gowes lainnya seperti Sepeda Lipat (Selpi) Palembang serta Koseindo yang juga turut mendukung keikutsertaan Cikmit Irawan,” kata  pengusaha Palembang ini.

 

Seperti diketahui,   event ini akan dimulai pada hari Minggu, 13 Agustus 2023 pukul 05.30 WIB dan berakhir pada hari Sabtu, 19 Agustus 2023, pukul 17.30 WIB (tentatif).

Peserta Bentang Jawa akan berangkat dari provinsi terbarat yaitu Banten, tepatnya di Pantai Carita menelusuri daerah pantai selatan provinsi Banten, melewati landmark pariwisata Banten dan Jawa Barat yang terkenal, seperti Pantai Sawarna, Pelabuhan Ratu dan Pangandaran.

Baca Juga:  Kasus Sumber Waras Harus Dihentikan

 

Kontur pantai selatan yang bervariasi, menjanjikan suguhan pemandangan yang indah dan silih berganti mulai dari pantai, desa nelayan, hutan budidaya dan perbukitan. Lalu  Memasuki daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta, pemandangan khas pesisir akan digantikan  pegunungan dan perbukitan yang hijau teduh dan sawah yang membentang sejauh mata memandang.

 

Perbukitan Kretek dan Panggang menjanjikan tantangan sekaligus pemandangan yang luar biasa. Kemudian, Jawa Timur sebagai rute pamungkas menyajikan klimaks dari segi tantangan dan pemandangan, hutan tua yang mistis, sungai yang lebar dan deras, pegunungan Bromo-Tengger-Semeru yang majestik dan untaian perbukitan silih berganti akan tersaji tanpa henti sebelum turunan panjang yang menyenangkan menuju kota Banyuwangi.

 

Event Bentang Jawa membulatkan batas waktu menjadi 156 jam atau 6,5 hari.  Terdapat tiga titik pengecekan (CP) dalam rute. Setiap CP memiliki batas waktu tersendiri. Peserta yang tidak berhasil mencapai CP dalam batas waktu tersebut, tetap dapat meneruskan dan menyelesaikan rute Bentang Jawa, namun akan keluar dari klasifikasi umum.#gus

Komentar Anda
Loading...