Penuhi Panggilan DPP PDIP, Gibran Minta Maaf dan Beri Klarifikasi

18

JAKARTA, BP – Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka memenuhi panggilan untuk hadir di Kantor DPP PDIP, Jakarta Pusat, Senin. Pemanggilan Gibran oleh DPP PDIP itu sebagai buntut pertemuannya dengan Menteri Pertahanan sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto di Angkringan Omah Semar, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah pada Jumat (19/5) malam.

Kepada Gibran yang datang mengenakan seragam parpol merah, DPP PDI Perjuangan memberikan nasihat terkait pertemuannya dengan Prabowo Subianto di Kota Surakarta.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto di Jakarta, Senin, menyebut dirinya bersama kader senior partainya telah menyampaikan berbagai nasihat kepada Gibran selaku kader.

“Sudah diberikan nasihat-nasihat. Kami ini kan partai gotong royong, partai musyawarah, di situ berbeda. Tadi, Pak Komar (Komarudin Watubun), memberikan penjelasan, kalau sudah senior partai, kemudian tidak memahami perintah ibu ketua umum, kebijakan partai itu lain persoalan,” kata Hasto di Kantor DPP PDI Perjuangan, Jakarta Pusat, Senin.

Baca Juga:  PJ Bupati OKU Safari Subuh Bersama MUI

Menurut dia, DPP PDI Perjuangan hanya memberikan beberapa nasihat kepada Gibran terkait pertemuannya dengan Prabowo di Angkringan Omah Semar, Kelurahan Jajar, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Jawa Tengah, pada Jumat malam (19/5).

Dalam pertemuan tersebut, hadir pula relawan Joko Widodo yang juga mendeklarasikan dukungan mereka untuk Prabowo pada Pilpres 2024.

Hasto menilai kapasitas Gibran sebagai Wali Kota Surakarta tidak dapat dilupakan dalam menerima tamu pemerintah di wilayah kepemimpinannya.

“Ini kan kemudian kapasitas Mas Gibran sebagai wali kota; dan tidak bisa dilupakan beliau juga anak dari Presiden Jokowi, sehingga banyak yang kemudian mencoba untuk menggunakan posisi itu sebagai cara dalam memanfaatkan berbagai kepentingan politiknya,” jelasnya.

Baca Juga:  Kakak Adik Kompak Jadi Spesialis Curanmor Ditangkap Polisi

Oleh karena itu, DPP PDI Perjuangan mengingatkan agar Gibran hati-hati terhadap upaya manuver politik atau dansa politik yang menyesatkan.

“Kalau di Solo ini, yang ada gamelan, bukan dansa; yang ada tari-tarian, tari gambyong, tidak ada dansa-dansa di Solo. Tapi, yang datang ke Solo itu kan ada yang membawa dansa-dansa itu. Kalau Solo itu kan ada selo-nya, ada dinamiknya; tapi keharmonian Solo tu mewayu hayuning bawono (memperindah keindahan dunia),” tutur Hasto.

Dia mengungkapkan Gibran juga sudah memberikan penjelasan secara komprehensif. Bahkan, Gibran juga sudah meminta maaf dan memberikan klarifikasi.

“Beliau juga meminta maaf melalui media dan kami sudah menerima seluruh penjelasan itu. Sehingga, mari kemudian turun ke bawah semuanya, membangun prestasi yang terbaik di wilayah kerjanya masing-masing,” kata Hasto.

Baca Juga:  Ribuan Umat Muslim Shalat Ied di Masjid Agung Palembang

Sementara itu, Gibran mengakui dirinya sudah menjelaskan kronologi terkait pertemuannya dengan Prabowo Subianto.

“Saya sudah menjelaskan kronologi dari A sampai Z terkait pertemuan kemarin dan alhamdulillah beliau-beliau dapat memahami itu,” kata Gibran di Jakarta, Senin.

Dia pun berterima kasih kepada semua elite partai yang telah memberikan nasihat. Dia juga menegaskan tetap tegak lurus dengan kebijakan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri terkait Pilpres 2024.

“Sekali lagi, terima kasih untuk masukan dan nasihatnya, dan sekali lagi saya sebagai kader PDI Perjuangan, sebagai kader muda, saya akan tetap tegak lurus sesuai arahan ibu ketua umum,” ujar Gibran. #

Komentar Anda
Loading...