Jelang Pemilu 2024, Bawaslu Bidik Tiktok Sebar Informasi Kepemiluan

220

JAKARTA, BP –  Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) membidik salah satu platform media sosial Tiktok Indonesia, untuk diajak  kerja sama  terkait menyebarkan informasi kepemiluan untuk memastikan Pemilu (pemilihan umum) 2024 bersifat digital yang positif untuk demokrasi.

 

Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty berharap  ada tautan (link) khusus terkait informasi Pemilu 2024 dan reporting channel (chanel pelaporan) khusus pemilu hadir dalam platform Tiktok.

 

Lolly menilai,  daya penasaran masyarakat pada dunia maya  tinggi sekali baik  Generasi-Z  hingga generasi tua  yang sudah mulai melek digital. “Pekerjaan rumah kita bersama  bagaimana percakapan   yang positif bukan  negatif di dunia digital  mampu kita maksimalkan. Karena itu kita butuh kerja sama,” kata Lolly saat berdiskusi dengan perwakilan Tiktok Indonesia di Kantor Bawaslu, Jakarta, Jumat (10/02/2023).

Baca Juga:  Pemilu 2024, Netralitas ASN Tak Bisa Ditawar 

 

Ia  berharap ada link khusus informasi pemilu sederhana hadir di Tiktok, karena  saat ini ruang-ruang publik termasuk media sosial  harus dijejali dengan informasi kepemiluan. “Reporting channel juga penting ada untuk bisa mendapatkan prioritas dalam menurunkan konten-konten yang dinyatakan melanggar,” ucapnya.

 

Adanya kerja sama dengan Tiktok  juga diharapkan  meningkatkan kualitas SDM (sumber daya manusia) di Bawaslu berkenaan dengan dunia digital. Menurutnya,  perlu ada duduk bareng  menyamakan persepsi mengenai standar komunitas yang ada di Tiktok sesuai  aturan yang ada dalam Undang Undang 7/2017, sehingga tidak ada yang kontraproduktif.

Baca Juga:  Ibunda Mendagri  Meninggal Dunia

 

“Bagi kami penting untuk  standar komunitasnya apa bagaimana? termasuk percepatan kalau diduga ada konten  menghasut menimbulkan kekerasan,”  ujar Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas ini.

 

Sementara itu, pihak Tiktok menyambut baik rencana MoU dan penandatanganan kerja sama dengan Bawaslu. Public Policy & Goverment Relation Manager Faris Mufid mengatakan demografi pengguna Tiktok update terakhir kurang lebih 230 juta pengguna di Asia Tenggara. Jika Bawaslu ingin membuat konten kampanye edukasi pengawasan Pemilu 2024, dia yakin  mendapat respon postitif.

Baca Juga:  Ratu Dewa dan Prima Salam Jajaki Maju di Pilwako Palembang, Ini  Tanggapan Ratu Dewa

 

Ia mengungkapkan, kategori konten edukasi di Tiktok  menjadi konten tiga besar, bahkan  pada tahun 2021 segmen konten edukasi berada di nomor dua, hanya kalah dari kategori komedi.  “Banyak partner kami yang baru-baru membuat konten edukasi responnya positif,” ucap dia.#gus

Komentar Anda
Loading...