DPRD Bangka Barat Dari Pansus Hari Jadi Kota Mentok Minta Masukan SMB IV Terkait  Polemik Penamaan Kota Mentok

21

Anggota  DPRD Kabupaten Bangka Barat yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus)  Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  Hari Jadi Kota Mentok bersilaturahmi ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam di Jalan  Sultan Muhammad Mansyur Nomor 776, 32 Ilir Palembang, Senin (28/11).(BP/IST)

Palembang, BP- Anggota  DPRD Kabupaten Bangka Barat yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus)  Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  Hari Jadi Kota Mentok bersilaturahmi ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam di Jalan  Sultan Muhammad Mansyur Nomor 776, 32 Ilir Palembang, Senin (28/11).

Rombongan terdiri dari Ketua Pansus H Syaiful Fakah S.Pd I, Wakil Ketua Pansus I Naim,  Wakil Ketua Pansus II Miyuni Rohantap SH,  MH dan anggota Pansus terdiri dari Alha Agus,  Apandi SE, Meri Yanti,  M Ali  Purwanto , Drs Samsir, Adi Sucipto Atmo  SE MM, Suhandi  S.pd dan staf DPRD Kabupaten Bangka Barat.

Rombongan diterima Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn didampingi R.M.Rasyid Tohir, Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir, Pangeran Mas’ud Khan, Pangeran Suryo Febri Irwansyah (Vebri Al Lintani),

Baca Juga:  Sindir Luhut, Fahri Hamzah: Virus Itu Ada di Buku IPA Bukan IPS

Ketua Pansus H Syaiful Fakah S.Pd I mengaku kedatangan mereka Ke Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam dalam rangka merevisi Perda No 6 tahun 2010 tentang  hari jadi kota Mentok yang sedikit polemik masalah huruf E  dan U di kalimat  Muntok dan Mentok.

“Karena kami tahu sejarah dulu kalau Palembang memiliki ikatan batin dengan Bangka Barat di zaman Sultan Mahmud Badaruddin I  , semoga Allah menerima amal ibadahnya , karena tahu literatur itu , karena menurut sejarah juga abang Pahang itu adalah mertua dari almarhum, Sultan Mahmud Badaruddin I jadi sudah jelas kesinilah, enggak ada lagi rujukannya,” katanya.

Dan pihaknya sudah bertemu SMB IV dan jajarannya  sudah menjelaskan  dan sepakat Insya Allah  pihaknya akan merevisi perda  No 6 tahun 2010 kalimat Muntok menjadi Mentok.

Baca Juga:  Empat Provinsi dengan Internet Seluler Terkencang di Indonesia

 

Mengenai kerjasama kedepan dengan Kesultanan Palembang Darussalam menurutnya pihaknya mendukung.

“ Insya Allah banyak hal, Insya Allah Pemkab Bangka Barat  kita lagi menggalakkan  dalam destinasi wisata karena tetangga terdekat itu  adalah Palembang dan ada literaturnya , karena di Mentok sudah mendapat dua  cagar budaya dibawah Unesco seperti Kota Seribu dan  Gunung Menumbing, Insya Allah mudah-mudahan  mohon doanya  Pamkab Bangka Barat bisa terus merajut silaturahmi ini bersama Kesultanan Palembang Darussalam  YM Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn, Insya Allah,” katanya.

 

Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama R.M.Fauwaz Diradja,S.H.M.Kn mengatakan kedatangan anggota  DPRD Kabupaten Bangka Barat yang tergabung dalam Panitia Khusus (Pansus)  Rancangan Peraturan Daerah (Raperda)  Hari Jadi Kota Mentok ingin  bersilaturahmi  dan berdiskusi mengenai penamaan  kota yang dahulunya dibawah Kesultanan Palembang Darussalam yaitu Kota Mentok.

Baca Juga:  Puluhan Atlet Daerah Incar Level Potensial di Selekda NPCI Sumsel

“ Karena ada beberapa pendapat mengatakan Muntok atau Mentok kemudian kita mengembalikan bahasa ibu kita, cara kita bicara  dan literatur yang ada pada kita sejatinya adalah Mentok , sini kita juga saling bertukar cerita dan informasi mengenai sejarah dan budaya  Kesultanan Palembang Darussalam yang ada disini dan di kota Mentok,” katanya.

SMB IV memastikan akan terus melanjutkan silaturahmi bersama Mentok kedepannya.

“ Kerjasama kedepan mungkin kita akan membuat sister city seperti itu dan akan berdiskusi mengenai sejarah, adat dan budaya kota Mentok bersama Kesultanan Palembang Darussalam,” katanya.#udi

Komentar Anda
Loading...