Mental Penyelenggara Pemilu Harus Kuat

ACEH, BP – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) menegaskan penyelenggara pemilihan umum (pemilu) dan peserta pemilu 2024 nmendatang, harus memiliki mental yang kuat dan berani.
Demikian ditegaskan Anggota Bawaslu Lolly Suhenty saat kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2022 dengan tema ‘Perempuan Berdaya Mengawasi’ di Kabupaten Aceh, Nagan Raya Rabu (9/11).
Lolly mengatakan peserta P2P penyelenggara pemilu harus memiliki mental dan keberanian kuat
dalam mengawasi Pemilu 2024.
“Pemilu 2024 harus diawali dengan mental yang kuat, jika mental tidak kuat, sebagai pemilih maka pilihan kita sangat mudah dikendalikan,” Lolly mengungkapkan.
Selain itu, mental yang kuat tidak hanya dimiliki penyelenggara pemilu saja, melainkan peserta pemilu. Lolly menilai mental kuat sangat penting untuk menjaga marwah demokrasi. Lolly menambahkan, selain mental tentunya harus digabungkan dengan keberanian. “Keberanian untuk bergerak, tidak asal gerak tetapi bergerak dengan pengetahuan untuk memastikan pemilu yang
bersih, jujur dan adil,” ucap Koordinator, Divisi Pencegahan, Partisipatif Masyarakat dan Humas ini.
Ia berharap dengan adanya P2P dapat meningkatkan partipatif semua orang serta Pemilu 2024 berjalan aman, lancar, jujur dan adil.
“Saya berharap partisipatif masyarakat meningkat dan Pemilu 2024 aman dan lancar,” kata dia.
Sebelumnya, pada saat membuka “Kick Off P2P di Padang bertajuk Perempuan Berdaya Mengawasi’Lolly berharap peserta P2P mampu bergerak bersama masyarakat memperkuat gerakan pengawasan yang berperspektif gender.
Lolly menganggap, peserta P2P tidak hanya sebagai mitra strategis Bawaslu, namun juga sebagai aktor penting untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa Pemilu 2024 adalah Pemilu yang asyik, penuh kasih, sehat, dan menyenangkan.
“Hal itu bisa diwujudkan jika kita saling bergandengan melakukan pengawasan secara bersama maupun melakukan pengawasan secara mandiri,” ia menerangkan.
Sementara itu, Plh. Sekjen Bawaslu La Bayoni menambahkan, P2P merupakan keberlanjutan program Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang telah diselenggarakan oleh Bawaslu sejak 2019.
Sekadar informasi, P2P 2022 ini dilaksanakan di 17 titik, 16 provinsi, 100 kabupaten/kota, dengan target peserta 1700 orang yang mengundang kelompok dari perempuan, disabilitas, pemilih muda, pemilih pemula, organisasi masyarakat, dan organisasi masyarakat.#gus