
Palembang, BP- Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan berkolaborasi bersama Galeri Wong Kito menggelar launching dan pameran batik ulu berbahan alami di Bukit Seguntang Palembang, Minggu (23/10).
Acara dibuka oleh staf ahli bidang pemerintah, hukum dan politik, Pemprov Sumsel Dr. Ir. H Firmansyah, M.Sc.
Juga hadir Kepala UPTD Taman Wisata Kerajaan Sriwijaya Nur Yasin SE, Pembina Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan, Drs Rafanie Igama, Perwakilan Universitas Nurul Huda OKU Timur, Pengerajin Kain Galeri Wong Kito, Dr. Wahyu Rizky Andifani, selaku ahli di bidang Aksara ulu, ahli Filologi yang berasal dari Palembang, Muhammad Daud, S.Hum.
Menurut staf ahli bidang pemerintah, hukum dan politik, Pemprov Sumsel Dr. Ir. H Firmansyah, M.Sc, pihaknya mensuport kegiatan ini karena warisan budaya ini perlu di lestarikan.
“ Kita berharap aksara ulu yang dibuat dalam bentuk sandang ini dapat menjadi pakaian wajib di Sumsel, karena ini bersumber dari budaya Sumsel, apalagi ini menggunakan material ramah lingkungan dan kami sangat suport sekali, “ katanya.
Kedepan menurutnya agar produk ini dapat dikenal oleh masyarakat Sumsel .
“ Jadi kegiatan resmi kalau bisa pakaian tradisional aksara ulu ini bisa dipakai untuk acara-acara,” katanya.
Selain itu untuk aksara ulu menurutnya sudah di wajibkan pakai di jajaran Pemprov Sumsel terutama untuk badge nama.
“ Jadi ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa aksara ulu ini menjadi warisan Sumsel,” katanya.
Ketua panitia Nuzulur Romadhona. S. Hum mengajak semua pihaknya untuk berkolaborasi mengenalkan aksara ulu di Sumsel.
“ Zaman ini zaman kolaborasi, kita butuh kerjasama untuk mengenalkan budaya , kita butuh pemerintah untuk mengenalkan budaya , kita butuh pengusaha untuk mengenalkan budaya , kita butuh teman-teman di Sumsel yang mau untuk memajukan budaya , karena budaya adalah investasi, sudah selayaknya kita mengenalkan budaya,tidak lain kita mengangkat berbahan alami karena batik ada budaya dunia sekarang kita mengangkatnya melalui aksara ulu dengan pewarna alami ,” katanya.
Pembina Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan, Drs Rafanie Igama mengatakan , kegiatan ini baru digelar permulaan yang bisanya terasa mudah dan harus di dukung oleh jaringan-jaringan lain terutama dorongan dari pemerintah baik Pemprov Sumsel, Dinas Perindustrian , Dinas Pariwisata untuk membantu anak-anak muda ini agar bisa berkembang dan mengembangkan produk mereka.
“ Saya melihat komunitas aksara ulu ini sudah berjalan pada rel yang benar, kita berikan kepercayaan ini kepada anak muda untuk membebaskan diri pada sekat-sekat zamannya agar mereka bisa berdaya dan mampu menghadapi tantangan saat ini,” katanya.
Acara juga di meriahkan dengan berbagai kegiatan diantaranya fashion show, tari dan diskusi.#osk