Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan Ajak Lestarikan Batik Ulu Berbahan Alami

171
Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan berkolaborasi bersama  Galeri Wong Kito menggelar launching dan pameran  batik ulu berbahan alami di Bukit Seguntang Palembang, Minggu (23/10).(BP/Udi)

Palembang, BP- Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan berkolaborasi bersama  Galeri Wong Kito menggelar launching dan pameran  batik ulu berbahan alami di Bukit Seguntang Palembang, Minggu (23/10).

Acara dibuka oleh staf ahli bidang pemerintah, hukum dan politik, Pemprov Sumsel Dr. Ir. H Firmansyah, M.Sc.

Juga hadir Kepala UPTD Taman Wisata Kerajaan  Sriwijaya Nur Yasin SE, Pembina Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan, Drs Rafanie Igama, Perwakilan Universitas Nurul Huda OKU Timur, Pengerajin Kain Galeri Wong Kito, Dr. Wahyu Rizky Andifani, selaku ahli di bidang Aksara ulu, ahli Filologi yang berasal dari Palembang, Muhammad Daud, S.Hum.

Menurut staf ahli bidang pemerintah, hukum dan politik, Pemprov Sumsel Dr. Ir. H Firmansyah, M.Sc, pihaknya mensuport kegiatan ini  karena warisan budaya ini perlu di lestarikan.

Baca Juga:  Alex Minta Bupati/Walikota Jaga Daerah Masing-masing

“ Kita berharap aksara ulu  yang dibuat dalam bentuk sandang ini dapat menjadi pakaian wajib di Sumsel, karena ini bersumber dari budaya Sumsel, apalagi  ini menggunakan material ramah lingkungan dan kami sangat suport sekali, “ katanya.

Kedepan menurutnya  agar produk ini dapat dikenal oleh masyarakat Sumsel .

“ Jadi kegiatan resmi kalau bisa pakaian tradisional  aksara ulu ini bisa dipakai untuk acara-acara,” katanya.

Selain itu untuk aksara ulu menurutnya sudah di wajibkan pakai di jajaran Pemprov Sumsel terutama untuk badge nama.

“ Jadi ini untuk memperkenalkan kepada masyarakat bahwa  aksara ulu ini menjadi warisan Sumsel,” katanya.

Baca Juga:  Tujuh Pemenang BP Competition Dapat Hadiah dari Rektor Sunda Ariana

 

Ketua panitia Nuzulur Romadhona. S. Hum mengajak semua pihaknya untuk berkolaborasi mengenalkan aksara ulu di Sumsel.

“ Zaman ini zaman kolaborasi, kita  butuh kerjasama untuk mengenalkan budaya , kita  butuh pemerintah untuk mengenalkan budaya , kita  butuh pengusaha  untuk mengenalkan budaya , kita butuh teman-teman di Sumsel yang mau untuk memajukan budaya , karena budaya adalah investasi, sudah selayaknya kita mengenalkan budaya,tidak lain kita mengangkat berbahan alami karena batik ada budaya dunia sekarang kita mengangkatnya melalui aksara ulu dengan pewarna alami ,” katanya.

Pembina Perkumpulan Pecinta Aksara Ulu Sumatera Selatan, Drs Rafanie Igama mengatakan , kegiatan ini baru digelar permulaan  yang bisanya terasa mudah dan harus di dukung  oleh jaringan-jaringan lain terutama dorongan dari pemerintah baik Pemprov Sumsel, Dinas Perindustrian , Dinas Pariwisata untuk membantu anak-anak muda ini agar bisa berkembang dan mengembangkan produk mereka.

Baca Juga:  SKK Migas – KUFPEC Temukan Cadangan Migas Baru Di Natuna

“ Saya melihat komunitas aksara ulu ini sudah berjalan  pada rel yang benar, kita berikan kepercayaan ini kepada anak muda untuk membebaskan diri pada sekat-sekat zamannya agar mereka bisa berdaya dan mampu menghadapi  tantangan saat ini,” katanya.

Acara juga di meriahkan dengan berbagai kegiatan diantaranya fashion show, tari dan diskusi.#osk

 

 

 

 

Komentar Anda
Loading...