
Palembang, BP- Problematika Agraria di Indonesia menjadi suatu isu yang sangat kompleks dan seakan tak ada habisnya, khususnya di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Salah satu isu yang terjadi di lingkungan masyarakat adalah terkait dengan adanya sindikat Mafia Tanah dengan berbagai modus dalam menjalankan aksinya.
Menyikapi hal tersebut, Cakrawala Perjuangan Indonesia yang merupakan Organisasi Masyarakat yang bergerak dalam bidang hukum, sosial dan masyarakat bersama GM Kosgoro Palembang beserta Lembaga Pengembangan Pertanian PCNU Kota Palembang menggelar Sarasehan Akar Rumput “Refleksi Hari Tani ke-62: Mafia Tanah Berkuasa, Benarkah?”
Kegiatan Sarasehan Akar Rumput ini digelar , Sabtu (24/9) bertempat di Rocca Coffee and Resto, Jalan Demang Lebar Daun Palembang.
Menghadirkan narasumber yaitu Kombes Pol. Jansen Sitohang, S.IK.,M.H selaku Kabid Hukum Polda Sumatera Selatan, Drs. Makmur Siboro selaku Kabid Penataan dan Pemberdayaan Kanwil BPN Sumsel, Rita Susanti S.H.,M.H selaku Koordinator Intelijen Kejati Sumsel , Arif Hamzah Sya’ban M.AP selaku Koordinator Pertanahan Disperkim Kota Palembang, Ir. Feri Kurniawan selaku Deputi K-MAKI Sumsel.
Hadir Sultan Palembang Darusaalam , Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama, RM Fauwaz Diradja SH yang juga Ketua Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah Kota Palembang.
Ketua Pelaksana, M. Faza Khairi S.H mengucapkan terimakasih kepada narasumber dan peserta yang hadir dalam acara ini.
“Kami atas nama panitia mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membersamai dan bekerjasama dalam menyukseskan kegiatan tersebut, baik kepada peserta, panitia maupun narasumber yang berkesempatan hadir.” Ujar Faza
Ketua Umum Cakrawala Perjuangan Indonesia, Kgs. Ilham Akbar, S.H mengatakan, kegiatan Sarasehan Akar Rumput ini digelar bermula dari keresahan semua pihak terkait adanya mafia tanah di Sumatera Selatan.
“Kegiatan ini berawal dari keresahan kami sebagai anak muda melihat betapa banyak dan kompleksnya kasus pertanahan di Sumatera Selatan, seperti penyerobotan tanah, pemalsuan sertifikat tanah. Hari ini kami mengundang Bapak/Ibu Saudara/i untuk sama-sama bertukar fikiran terkait isu yang sering terjadi di lingkungan sekitar. Kita sebagai anak muda penerus bangsa harus peduli dengan isu yang terjadi saat ini, dan tugas kita bersama bagaimana sindikat mafia tanah ini dapat diberantas semaksimal mungkiin kedepannya.” kata Ilham.
Ketua Umum GM Kosgoro Palembang Pangeran M. Nurfarisi, S.H diwakilkan oleh M. Togar Rayditya berharap bahwa kegiatan ini dapat bermanfaat untuk masyarakat banyak.
“Saya mewakili pengurus GM Kosgoro berharap bahwa kolaborasi kami dengan CPI dan LPP PCNU Palembang dapat bermanfaat bagi masyarakat banyak, khususnya dalam menyikapi persoalan mafia tanah yang sering terjadi di Sumatera Selatan.” kata Togar
Kombes Pol. Jansen Sitohang S.IK.,M.H menjelaskan bahwa jika masyarakat yang menjadi korban mafia tanah silahkan melapor ke institusi Polri “Bapak/Ibu Saudara/i jika nantinya menjadi korban mafia tanah, maka silahkan segera mungkin melapor ke Polri dan akan segera kita tindaklanjuti.” Kata Jansen.
Drs. Makmur Siboro, Perwakilan dari BPN Sumsel mengajak kepada seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen tidak melakukan kejahatan pertanahan.
“Kami mengajak kepada seluruhnya masyarakat untuk tidak ikut serta dalam segala hal yang menyangkut kejahatan pertanahan sehingga dapat merugikan masyarakat banyak.”
Rita Susanti S.H.,M.H selaku Perwakilan dari Kejati Sumsel mengatakan, komitmen dari Jaksa Agung dalam memberantas mafia tanah dalam hal ini bidang intelijen .
“Kami dari kejaksaan, dalam hal ini Jaksa Agung memiliki komitmen bersama dalam memberantas mafia tanah. Barang tentu ini butuh dukungan dari masyarakat agar dapat sama-sama memberantas hal tersebut.” Katanya.
Sedangkan Ir. Feri Kurniawan Deputi K-Maki Sumsel mengatakan bahwa regulasi harus sinkron dengan UU Pokok Agraria.
“Kedepannya perlu dilakukan sinkronisasi antara regulasi satu dengan Undang-Undang Pokok Agraria. Jangan sampai nanti ada peraturan yang bertentangan dengan UU Pokok Agraria, Harmonisasi dan Sinkronisasi sangat diperlukan kedepannya agar kejahatan oknum mafia tanah yang merusak citra institusi dapat dicegah sedemikian mungkin adanya,” katanya.
Dalam kegiatan tersebut, berkesempatan untuk memandu kegiatan diskusi secara interaktif yaitu M. Ridwan, S.H yang merupakan Sekretaris Jenderal GM Kosgoro Kota Palembang.#osk