Tiga dosen Unsri Latih Pelaku Millenial UMKM Produk Hasil Pertanian OI Digital Marketing dan Branding

87
Suasana tiga orang dosen Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Dr. Agustina Bidarti, S.P., M.Si., Ir. Yulius, M.M., dan Eka Mulyana, S.P., M.Si. melatih peningkatan pengetahuan dan dan ketrampilan pelaku millennial UMKM di Ogan Ilir. Pelatihan sekaligus pendampingan ini dipusatkan di P4S Karya Tani, Tanjung Batu, OI. Sabtu. (17/9).(BP/IST)

Palembang, BP- Minimnya keterlibatan kaum muda dalam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ogan Ilir (OI)  Sumatra Selatan. (Sumsel).

Membuat tiga orang dosen Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya Dr. Agustina Bidarti, S.P., M.Si., Ir. Yulius, M.M., dan Eka Mulyana, S.P., M.Si. melatih peningkatan pengetahuan dan dan ketrampilan pelaku millennial UMKM di Ogan Ilir. Pelatihan sekaligus pendampingan ini dipusatkan di P4S Karya Tani, Tanjung Batu, OI. Sabtu. (17/9).

Sekitar 30 orang para pelaku millenial UMKM ini umumnya mewakili beberapa kecamatan di Kabupaten OI.

Pelaku dari sekitar Kecamatan Tanjung Batu, Indralaya Selatan, Payaraman dan Tanjung Raja umumnya bergerak dalam usaha makanan ringan berbasis hasil pertanian lokal. Seperti nanas payaraman, ubi renah Meranjat, ubi jalar Tanjung Batu, rambutan dan duren Pegagan.

“Kami tenggarai selama ini produk UMKM berbasis hasil pertanian yang sangat bagus ini masih lemah dalam pemasaran bidang digital. Oleh sebabnya, mereka kami latih praktek pengetahuan pemasaran online berupa marketing digital dan branding product secara mendalam”, tutur Dr. Agustina Bidarti, M.Si. selaku ketua tim.

Baca Juga:  Saat Senggang, Satgas TMMD Kodim 0402/OKI Bantu Petani Cocok Tanam

Pelatihan ini sendiri menurutnya dilaksanakan dalam tiga tahap. Tahap pertama observasi lapangan dan meliput kegiatan untuk data awal produk UMKM. Tahap pertama di akhir 27-28 Juli 2022. Kegiatan ini meliputi perekaman profil pelaku dan usahanya. Tahap kedua dilakukan input kognitif dalam teoritis marketing digital.

Kegiatan ini telah dilakukan sejak 13-14 Agustus 2022 yang lalu di rumah salah satu pelaku UMKM di Tanjung Batu, Dinda Ferian.

Tahap ketiga praktek dan input branding produk dilakukan secara penuh di hari ini.

“Pada pelatihan hari ini pihaknya melakukan praktek branding produk UMKM dengan mengadakan input produk ke web Pak Tani yang pihaknya buat bersama Dinas Pertanian Kota Palembang.

“Dari awal sengaja kami berikan pelatihan ini ke generasi millennial para pelaku UMKM ini yang cukup banyak tersebar di Kabupaten Ogan Ilir. Mereka ini selain bergerak juga anak pelaku UMKM yang rata-rata duduk di bangku SMA. Kami anggap mereka kuasai teknologi informasi. Namun belum terpikir untuk menjadikan teknologi digital ini sebagai tempat branding product sekaligus media pemasaran mereka.”, ujar Ir. Yulius, M.M. dosen Agribisnis Unsri salah satu anggota tim.

Baca Juga:  Sienta Baru Jajal Bumi Sriwijaya

Kegiatan dengan teknik demplot untuk pelaku millennial UMKM OI ini diharapkan mampu mengubah maindset mereka.

“Harapan kita dengan workshop ini. Nantinya banyak para pelaku muda ini beralih dari pemasaran konvensional ke digital. Tentu juga diharapkan mampu mendongkrak hasil produk dan pendapatan secara massal para pelaku muda UMKM ini”, kata Dr. Agustina Bidarti alumni UGM yang juga Kepala Klinik Agribisnis dan Lab Biometrika Unsri ini.

Sejalan dengan kegiatan ini, Ketua P4S Karya Tani Ogan Ilir, H. Muslim Yunus berterima kasih sekali ke Universitas Sriwijaya yang menularkan ilmu ke para generasi millennial pelaku UMKM di Ogan Ilir.

Tokoh penggerak dan dianggap Albert Einstein dunia pertanian OI merasa perhatian semacam ini harus terus digalakkan.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Nilai Masih Banyak Masyarakat Palembang Belum Dapat PKH

Dengan itu, hasil-hasil pertanian dapat juga diproduksi menjadi makanan-makanan khas yang menjadi kekayaan lokal Ogan Ilir.

“Saya menilai kegiatan branding produk melalui aplikasi Pak Tani yang dikoordinir Bu Tina dari Unsri ini. Sungguh bermanfaat sekali. Apalagi ini melibatkan anak-anak muda. Sehingga kelak nantinya mereka semakin peduli dengan pertanian dan hasil pertanian di Ogan Ilir ini”, katanya.

Hal senada juga diungkapkan oleh anggota tim lainnya kandidat doktor agribisnis, Eka Mulyana, M.Si. “Selaku putri asli Ogan Ilir.

“Saya merasa bangga melihat kaum muda mulai bergerak ke UMKM seperti ini. Apalagi mereka terlibat antusias dengan kegiatan ini. Kami tidak menduga. Dan mendapatkan ide ditengah jalan. Pada waktu awalnya kami hanya ingin melibatkan bapak dan ibu-ibu pelaku UMKM. Namun setelah tahap observasi lapangan. Para pelaku generasi tua justru menginginkan agar anak-anak mereka saja yang dilibatkan. Supaya tertatam regenerasi dan kemauan untuk mewarisi usahanya.”, pungkas Eka Mulyana.#osk

 

 

Komentar Anda
Loading...