Pembangunan Jalan Rama Raya Dipertanyakan Warga

60

Palembang,BP-  Pembangunan Jalan Rama Raya, yang menelan anggaran mencapai Rp 500 juta, dikerjakan asal jadi.

Hal itu diungkapkan, warga sekitar, sebut saja Boy, ia mengatakan, pembangunan jalan tersebut dikerjakan sekitar akhir Juli 2022 lalu, tapi pembangunannya tidak sesuai ketentuan.

“Coran beton Jalan Rama Raya hanya sekitar 6-8 cm, karena jalan tersbut sebenarnya masih cukup layak, pekerjaan yang baru ini hanya tambahan saja. Yang kami tau, dalam ketentuan ketebalan jalan cor beton antara 15-18 cm, sedangkan jalan pemukiman ketebalannya antara 10-15 cm,” kata warga sekitar, sebut saja Boy, Sabtu (10/9).

Baca Juga:  Komunitas Pese Fahum UIN Raden Fatah Palembang Hadiri Bedah Buku Pers Perlawanan

Hal serupa diungkapkan warga lainnya, sebut saja, Roki, menurutnya, pemborong pembangunan jalan tersebut, tidak tuntas dalam pelaksanaannya. Karena pasir sisa bangunan masih dibiarkan di jalan, tanpa dibersihkan.

“Pasir yang tertinggal dijalan tersebut berbahaya bagi pengendara roda dua, bisa menyebabkan kecelakaan, kami harap, pemborongnya bisa segera membersihkan sisa-sisa pasir terbit,” ujarnya

Baca Juga:  Fraksi PKS DPRD Palembang Harapkan Pemkot Palembang Tingkatkan Kearifan Berbasis Kebudayaan

Berdasarkan informasi yang diterima media ini, pekerjaan proyek itu menelan biaya dari APBD Palembang sebesar Rp 500 juta. Dengan nilai kontrak sebesar Rp 497 juta dan dikerjakan oleh, CV Jaya Indah Lestari, yang beralamat Jalan Raya Palembang-Betung.

“Kami segera cek kelapangan. Untuk memastikan, apakah benar pekerjaan jalan tersebut tidak sesuai ketentuan,” kata Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Palembang, Hermawan.

Baca Juga:  Golkar Pastikan Raih Kursi Ketua DPRD Sumsel

“Saat ini perusahaan pemenang untuk membangun Jalan Rama Raya sedang mengurus penagihan, dan sedang di proses untuk pencairan,” katanya.

Dijelaskannya, apabila, dalam pengecekan didapat ketidaksesuaian, maka, kontraktor bisa mengembalikan kerugian negara.

“Untuk kebutuhan ketebalan perkerasan jalan, harus melalui perhitungan teknis. Nanti kita cek kesana,” pungkasnya.#osk

Komentar Anda
Loading...