Gunung Anak Krakatau Meletus Lagi

107
Pantauan CCTV gunung Anak Krakatau, Sabtu (5/2). (doc.PVMBG)

Lampung, BP – Pagi ini, gunung Anak Krakatau, di provinsi Lampung mengalami erupsi, Sabtu (5/2) sekitar pukul 05:32 WIB. Dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.500 m di atas puncak (± 1.657 m di atas permukaan laut). Kolom abu teramati berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 58 mm dan durasi ± 4 menit 42 detik.
Berdasarkan data dari KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan gunung api Anak Krakatau, pada Sabtu, (5/2). Teramati sinar api tinggi lk 300 m, namun tidak terdengar suara dentuman.

Baca Juga:  DPRD Sumsel Gelar Rapat Paripurna Pengumuman Pemberhentian Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel

Sebelumnya pada Jumat (4/2/22), Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah mengalami erupsi sebanyak sembilan kali.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) telah mencatat erupsi Gunung Krakatau terjadi pada pukul 09:43, 10:25, 10:28, 12:46, 13:00, 13:31, 13:41, 14:46 dan 17:07 WIB.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut erupsi tersebut memiliki tinggi kolom abu berkisar 800-1.000 meter di atas puncak dan warna kolom kelabu-hitam tebal.

Baca Juga:  Gubernur Herman Deru: Kemajuan Banyuasin di Usia 24 Tahun Hasil Kolaborasi dan Fondasi Pemimpin Terdahulu

Berdasarkan pemantauan visual oleh PVMBG, terdapat indikasi bahwa erupsi yang terjadi merupakan tipe magmatik, sejalan dengan kegempaan vulkanik yang terekam.

Adapun kegempaan gunung api Anak Krakatau sendiri telah terjadi sejak 16 Januari – 4 Februari 2022, ditandai dengan terekamnya gempa-gempa vulkanik dan gempa permukaan yang mengindikasikan adanya intrusi magma dari bawah ke permukaan secara bertahap.

Baca Juga:  Buntut Pencemaran Sungai Kelekar Oleh Pertamina, Walhi Sumsel Desak Kementrian BUMN Pecat Pimpinan Pertamina

“Dari data pemantauan secara visual dan instrumental mengindikasikan bahwa Gunung Anak Krakatau masih berpotensi erupsi,” kata Abdul Muhari.

Dia menerangkan potensi bahaya dari aktivitas Gunung Anak Krakatau saat ini dapat berupa lontaran lava pijar, material piroklastik maupun aliran lava. #

Komentar Anda
Loading...