Pangdam II Sriwijaya Pimpin Pangamanan Wapres di Muktamar Ke-34 NU di Lampung

Palembang, BP- Pasca Pembukaan Muktamar Ke-34 Nahdlatul Ulama yang dibuka oleh Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, pada Rabu (22/12) lalu, dimana prosedur pengamanan pada waktu itu sesuai dengan aturan hukumnya menjadi tanggung jawab Pangdam II/Sriwijaya (Swj) Mayjen TNI Agus Suhardi selaku Pangkoops Pengamanan VVIP, telah mengerahkan ribuan personel gabungan TNI, Polri dan unsur terkait lainnya, dan telah berjalan dengan sukses.
Tidak hanya itu, Pangdam II/Swj juga mengerahkan pasukannya di jajaran Korem 043/Gatam untuk mengamankan tempat-tempat dimana diselenggarakan jalannya Muktamar Ke-34 NU agar lancar dan sukses.
Masih dalam rangkaian kegiatan Pengamanan VVIP tersebut, pada Jum’at (24/12), Pangdam II/Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi mendampingi sekaligus memimpin pengamanan Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin dalam rangka menghadiri sekaligus menutup Muktamar Ke-34 NU di Gedung Serba Guna UIN Radin Inten Lampung.
Usai menutup Acara Muktamar, Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin selaku Ketua Dewan Etik Muktamar Ke-34 NU, rencananya akan meresmikan Masjid Safinatul ‘Ulum, di lokasi tersebut.
Setelah rangkaian kegiatan selesai, Wakil Presiden RI KH. Ma’ruf Amin beserta rombongan berangkat menuju Bandara Internasional Radin Inten II, Kabupaten Lampung Selatan langsung kembali ke Jakarta.
Wapres Ma’ruf Amin mengapresiasi NU yang sukses menjalankan muktamar dengan damai dan penuh kesejukan. Ia yakin, organisasi ini bisa menjadi mitra strategis pemerintah dalam membangun bangsa ini di berbagai bidang.
“Khittah Nahdliyah (garis perjuangan NU) adalah Khittah Nabawiyah (garis perjuangan para nabi), dan Khittah Nabawiyah adalah Khittah Ishlahiyah (garis perjuangan perbaikan),” ujarnya dalam acara penutupan Muktamar ke-34 NU di UIN Raden Intan.
Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terpilih KH Yahya Cholil Staquf menyebutkan dua agenda besar NU dalam menyongsong abad kedua. Hal ini sebagaimana tema muktamar yakni Satu Abad NU: Kemandirian dalam Berkhidmat untuk Peradaban Dunia.
“Sebetulnya yang dimaksud adalah bahwa di dalam menyongsong abad kedua NU, kita menginginkan untuk memanjangkan dua agenda besar. Pertama, membangun kemandirian warga. Kedua, meningkatkan peran dalam pergulatan NU untuk mendukung perdamaian dunia,” ujar Gus Yahya.
Sedikitnya ada enam komisi yang dibentuk dalam muktamar NU, yakni komisi qanuniyah yang membahas persoalan perundang-undangan, komisi maudhu’iyah yang fokus pada isu-isu tematik, komisi waqi’iyah yang fokus pada status hukum fiqih kasus-kasus aktual, komisi organisasi, komisi program, dan komisi rekomendasi.
Kemeriahan muktamar NU juga terlihat pada gelaran-gelaran yang mengiringi perhelatan ini, seperti adanya pasar rakyat atau bazar, seminar-seminar, dan acara bedah buku di sejumlah titik. Muktamar juga menjadi momen berharga yang dimanfaatkan beberapa komunitas NU untuk menggelar reuni dan pertemuan.#osk