Pengungsi Bertambah 158 Jiwa, Puan Akan Kunjungi Pronojiwo

126
Lebih dari 500 warga yang mengungsi di berbagai titik di Pronojiwo pasca erupsi Gunung Semeru.

Jakarta, BP–Ketua DPR RI Puan Maharani dijadwalkan mengunjungi warga terdampak erupsi Gunung Semeru di Pronojiwo, Lumajang pada Senin (20/12).

Kedatangan Puan akan menjadi kunjungan pertama pejabat dari Jakarta ke wilayah Pronojiwo, Lumajang.

Bupati Lumajang, Jawa Timur, Toriqul Haq menyambut gembira rencana kedatangan Ketua DPR RI Puan Maharani ke lokasi terdampak erupsi Gunung Semeru di Kecamatan Pronojiwo. Menurutnya, kedatangan Puan akan menjadi kunjungan pertama pejabat negara pusat ke Pronojiwo, Lumajang.

“Iya. Ini (kunjungan) pertama. Dengan Ibu Ketua DPR datang ke sini (Pronojiwo), rasa plong dan terima kasih saya itu,” kata Toriqul, Minggu (19/12/2021).

Baca Juga:  Berhasil Pimpin Sidang IPU ke-144 di Bali, Puan Disanjung Netizen dengan Tagar #PuanBawaIndonesiaMendunia

Pronojiwo adalah salah satu kecamatan di Lumajang yang terdampak erupsi Gunung Semeru yang letaknya berbatasan dengan Kabupaten Malang. Namun karena jembatan Gladak Perak hancur diterpa lahar hujan Semeru, akses menuju Kota Lumajang terputus.

Menurut Toriqul, setidaknya ada lebih dari 500 warga yang mengungsi di berbagai titik di Pronojiwo. Ia berharap kedatangan Puan dapat mempercepat penanganan bantuan kepada warga terdampak, khususnya di kecamatan tersebut.

Baca Juga:  Letjen Harun Sohar, Jenderal  dari Mulak Ulu, Lahat

“Kami berharap Ibu Puan bisa bertatap muka dengan warga terdampak, dan dapat mengurai beberapa hal yang belum terurai di sini,” ucap Toriqul.

Salah satu persoalan yang diharapkan bisa segera diselesaikan adalah pembangunan jembatan sementara agar akses ke Lumajang-Malang dapat kembali pulih. Selain itu, kata Toriqul, yakni mengenai relokasi rumah warga terdampak.

“Hanya sedikit butuh dorongan dari pusat,” tuturnya.

Baca Juga:  Puan Minta Pemda Berkoordinasi Dengan Pusat Temukan Solusi Terkait Persoalan Pupuk

Aktivitas penanganan dampak erupsi Gunung Semeru lebih banyak terpusat dilakukan di wilayah Kecamatan Candipuro yang sebelumnya terhubung lewat jembatan Gladak Perak dengan Kecamatan Pronojiwo. Warga Pronojiwo berharap agar lebih mendapat perhatian.

Informasi terakhir, jumlah pengungsi bertambah 68 KK yang terdiri atas 158 jiwa.

Pihak pemerintah daerah dalam hal ini BPBD beserta segenap jajaran lintas sektoral tengah membangun sarana dan prasarana untuk menunjang pengungsian antara lain MCK, sarana kesehatan dan trauma healing.#duk

Komentar Anda
Loading...