Komisi V DPRD Sumsel Endus Ketidakberesan Pelaksanaan Porprov Sumsel XIII

Palembang, BP—Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumatera Selatan (Sumsel) XIII Tahun 2021 dilaksanakan pada 21-28 November 2021 di OKU Raya yaitu Kabupaten OKU, OKU Timur dan OKU Selatan telah berakhir, namun DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) mengendus sejumlah ketidakberesan pelaksanaan Porprov tersebut berdasarkan laporan yang masuk ke Komisi V DPRD Sumsel.
“Anggaran yang dialokasikan di APBD untuk Porprov tahun 2021 ini sekitar Rp7,9 miliar, nah Komisi V sebagai mitra dari Dinas Pemuda dan Olahraga dalam hal ini mengevaluasi atas even Porprov yang baru saja berlalu , karena banyak laporan masuk ke kami minta Porprov ini di evaluasi sehingga tidak terulang hal –hal semacam ini,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumatera Selatan (Sumsel) Mgs Syaiful Padli, Jumat (3/12).
Dia mencontohkan laporan yang masuk ke Komisi V tersebut seperti fenomena impor atlet masih terjadi dalam ajang Porprov tahun ini dan ini dinilainya sangat menyedihkan .
“Kita punya talenta-talenta atlet, anak-anak muda Sumsel yang berbakat jadi ini jangan sampai menghilangkan talenta-talenta Sumatera Selatan dengan impor atlet dari daerah lain ,” katanya.
Dia berharap dalam even lebih tinggi atau nasional, jika Sumsel tetap mengambil atlet dari luar maka atlet tersebut akan kembali ke daerahnya .
“Artinya mulailah dari bibit-bibit yang ada dari putra putri Sumatera Selatan sendiri untuk kemudian dibina , dilatih untuk kedepan mereka juga akan menjadi talenta Sumatera Selatan,” katanya.
Selain itu terkait beberapa cabang olahraga (Cabor) yang harus mengikuti undangan dari panitia.
“Ini khan lucu , masak berkompetisi harus ada undangan disitu agar bisa berlomba, ini tidak fair,” katanya.
Lalu terkait fasilitas tempat atlet dan official , politisi PKS ini menilai ada perbedaan fasilitas tempat atlet dan official dimana home stay yang diberikan panitia Porprov kepada atlet dan official berbeda-beda.
“Ada yang tinggal di hotel, ada yang tinggal di bedeng, ini tentu akan menjadi catatan kami dalam evaluasi dengan Dinas Pemuda dan Olahraga dan KONI Sumsel , sehingga kedepan kita berharap atlet yang dihasilkan dari Porprov ini betul-betul menjadi ajang bagi putra putri daerah Sumsel yang berbakat dan bertalenta untuk berkompetisi secara sehat dan berintegritas, saya kira ini yang harus menjadi pekerjaan rumah kedepan , jadi kita bukan mengejar gengsi tapi kita mengejar prestasi ,” katanya.
Untuk itu dalam waktu dekat Komisi V DPRD Sumsel akan mengevaluasi Porprov Sumsel yang baru saja selesai di laksanakan.
Dia mengusulkan kedepan kalau daerah ketahunan menggunakan atlet impor maka harus di diskualifikasi langsung.
“Itu tegas sehingga tidak mengecewakan atlet-atlet daerah kita,” katanya.
Sehingga kedepan menurutnya pembinaan atlet di Sumsel lebih kepada pembinaan atlet dengan anggaran pembinaan yang lebih besar sehingga para atlet dan pelatih Sumsel memaksimalkan potensi yang mereka miliki karena selama ini mereka sudah berkerja keras untuk membangun Sumsel dengan prestasi namun tanpa diimbangi dengan dana pembinaan yang memadai maka tidak akan menjadi kuat .
“Keseriusan daripada atlet, pelatih ditambah dengan kepedulian anggaran dari pemerintah daerah akan melahirkan talenta-talenta Sumsel yang bisa berkompetisi di ajang nasional,” katanya.#osk