Puskesmas di Palembang Tutup Layanan 1,5 Jam Dengan Alasan Melayat, Sekda: Tidak Boleh!

97

Palembang, BP – Video puskesmas di Palembang yang mogok kerja dengan tutup layanan selama 1,5 jam viral di media sosial.

Tutupnya layanan tersebut dipicu karena petugas pergi melayat suami dari Kepala Puskesmas yang meninggal. Bahkan pengumuman layanan tutup itu juga ditempel kertas pada pintu pagar yang tertutup rapat.

Namun, pada saat yang bersamaan juga ada warga yang datang untuk melapor dengan membawa hasil PCR yang dinyatakan positif COVID-19.  Hanya saja, tidak dapat dilayani.

Baca Juga:  Dari Belanda ke Palembang: Perjalanan Berteley Menelusuri Asal Usulnya di Plaju

Menanggapi hal tersebut Sekretaris Daerah Kota Palembang, Ratu Dewa, menyayangkan kejadian tersebut.

Ratu Dewa mengaku telah mengkonfirmasi serta menegur Kadinkes Kota Palembang agar hal serupa tak kembali terulang.

Ratu Dewa menuturkan puskesmas itu bukan hanya sekadar untuk layanan kesehatan tapi juga posko PPKM paling utama untuk membantu penanganan COVID-19, apalagi saat ini Palembang sedang dalam masa PPKM Level 4.

Baca Juga:  Bocah Prabowo Subianto Tenggelam di Sungai Musi

“Harusnya tidak boleh sampai menutup layanan, puskesmas masuk dalam sektor kritikal. Walaupun itu hari Jumat tidak ada namanya jam 11 lalu tutup, selama jam kerja harus diupayakan buka melayani masyarakat,” katanya.

Dewa menyebut, petugas puskesmas harus proaktif membantu mengatasi dan menangani masyarakat yang terpapar COVID-19.

Sementara itu, Kabid Yakes Dinkes Palembang, dr Yuliarni, mengatakan pihaknya memohon maaf atas kejadian ini dan membenarkan suami dari kepala puskesmas meninggal. Hal itu sebagai bentuk penghormatan terakhir teman-teman ingin menghadiri pemakaman.

Baca Juga:  Pertamina Patra Niaga-BPMSS Siap Jalin Kerjasama 

“Kami tenaga kesehatan di kota Palembang tetap berusaha memberikan pelayanan, meskipun sudah banyak juga diantara kami yg terpapar,” pungkasnya. #ric

Komentar Anda
Loading...